Preman ‘Politik’ Kampungan Resahkan Warga Gintangan

Preman ‘Politik’ Kampungan Resahkan Warga Gintangan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– “Saya, istri, dan dua anak saya juga diteror saat perjalanan ke Kabat usai Salat Magrib. Sampai di batas Desa Gintangan, dia kembali menghadang. Tapi dilawan oleh anak perempuan saya. Banyak warga yang tahu kejadian itu,” ungkap Nastain (14/1).

Ini disampaikan Warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi ini terkait aksi intimidasi fhisik dengan senjata tajam yang dialami dirinya dan keluarga.

Menurutnya ada tiga orang yang melakukan tersebut sudah dia laporkan ke polsek setempat telah terjadi peristiwa yang disebut warga setempat merupakan aksi teror tersebut teror terhadap Nastain (46) sekitar pukul 12.30 dan 17.00 WIB.

Selain itu, Foto yang beredar, satu pelaku dengan ekspresi mengancam terlihat membawa senjata tajam untuk mengintimadasi korban dihalaman sebuah rumah disaksikan warga lainnya.

Informasi dilapangan, polisi terus melakukan tindakan yang dinilai penting terkait kasus yang sudah dilaporkan resmi Nastain (46) dipolsek Rogojampi itu menyusul kasus itu telah teregistrasi dalam laporan STPL/07/I/2020/Jatim/Res Bwi/Sek Rogojampi itu.

Polisi terus mencari pelaku utama Y perkara Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Polisi terlihat beberapa kali mendatangi rumah pelaku Y Dusun Kedungbaru, Desa Gintangan namun hingga selasa sore (14/1/2020) belum diketahui keberadaannya.

Polisi juga segera memanggil teman pelaku Y berinisial H dan J.

Kanit Reskrim Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rogojampi, Iptu Abdul Rohman mengatakan, Resmob terus mencari keberadaan pelaku.

Terus kita cari (keberadaannya). Semoga berhasil (dibekuk),” ungkap Kepala Kepolisian Sektor Rogojampi melalui Kepala Unit Reserse dan Kriminal, Iptu Abdul Rohman.

Sementara itu, dalam kasus itu Nastain juga akan melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) karena teror bermotif politik didesanya itu dilakukan Y dan temannya dihadapan anaknya yang masih berusia dibawah umur.

Akibatnya anak tersebut saat ini mengalami trauma psikis dan untuk sementara waktu dititipkan di rumah salah satu keluarganya.

“Kejadian didepan anak saya, dia ketakutan. Jadi butuh perlindungan dan pendampingan,” ungkapnya.

Dalam kronologi, pertama terjadi pada siang hari. “Y dan temannya H datang ke rumahnya Nasta’in.

Y sempat marah-marah hingga hampir terjadi perkelahian fhisik, pada kejadian itu Y disebutkan mengangkat kursi dan melempar asbak.

“Saya disebut mbelani Kepala Dusun Kedungbaru yang akan dipecat oleh Kepala Desa yang baru,” ungkap Nastain.

Teror ‘kampungan’ ini berlanjut sekira pukul 16.30 WIB, Y dan temannya J datang kembali rumah Nastain mengancam dengan dengan golok.

Bahkan Y sempat mengusap-usapkan golok ke celananya selanjutnya mencoba menusuk korban sehingga anak Nastain  yang melihat kejadian teriak ketakutan.

“Rekaman video sudah di serahkan ke polisi,” jelasnya.(De/kin).

Komentar

comments