Praperadilan Status Tersangka Mantan Rektor Untag Sugihartoyo Ditolak Pengadilan

Praperadilan Status Tersangka Mantan Rektor Untag Sugihartoyo Ditolak Pengadilan

Faktanews.co.id.-(Surabaya)- Proses hukum dugaan penggelapan dana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi akan terus bergulir kepada proses hukum berkelanjutan, menyusul ditolaknya upaya hukum Praperadilan Sugihartoyo (mantan Rektornya) kepada Polda Jatim dipengadilan Negeri Surabaya Jum’at (22/9).

Dengan ditolaknya Upaya hukum Praperadilan no. 03/Pid.Pra/2017/Pn.Sby yang nantinya diharapkan berujung surat perintah penghentian penyidikan (Sp3) tampaknya juga tertutup bagi Sugihartoyo.

Khasmir Syukur SH salah satu Kuasa hukum Waridjan mengatakan, konsekwesnsi dari ditolaknya Praperadilan mantan Rektor UNTAG Banyuwangi Sugihartoyo kepada Polda Jatim justru akan mempercepat serta membuat terang benderang proses hukum dugaan penggelapan dana Untag Banyuwangi tersebut.

“itu kan sama saja memperjelas bahwa memang ada pengelapan yang disangkakan,” katanya.

Menurut Khasmir konsekwensi lain dari ditolaknya Praperadilan juga semakin menguatkan keputusan Penyidik Polda menempatkan Sugihartoyo sebagai tersangka.

“gugatan Praperadilan intinya soal sah tidaknya dia tersangka, dengan putusan itu maka sudah final keabsahan status tersangka,”katanya.

Sementara itu, kanit subdit IV Renakta Polda Jatim, Kompol Edy Herwiyanto SH.MH belum bisa berkomentar jauh putusan PN Surabaya.

Dia juga tak merincikan langkah hukum penyidikan berikutnya.

“sama bidkum aja mas, yang mewakili sidang pra peradilan bidkum, saya kebetulan ada tugas kegiatan diluar kota,” kata Edy.

Seperti diketahui, ditengah perseteruan hukum segitiga antara Dua kubu Perpenas dan Yapenas terkait keabsahan pengelola lembaga pendidikan Untag 17 AGUSTUS 1945 Banyuwangi, salah satu kubu Perpenas menghadapi masalah cukup rumit setelah ditetapkan Sugihartoyo menjadi tersangka dalam kasus penyalah-gunaan wewenang saat dirinya masih menjabat Rektor Untag.

Sugihartoyo yang saat ini menjabat ketua salah satu dari dua Perpenas itu tersandung kasus pengelapan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 374 KUHP sejak usai gelar perkara penyidik Direskrim Polda Jatim sejak 10 Agustus 2017 lalu.

Status tersangka itu merupakan tindak lanjut dari hasil lembaga audit Independen yang telah dilakukan pada sekitar tahun 2015, terkait keuangan Untag Banyuwangi tahun 2010 hingga 2012 sementara Sugihartoyo Rektor waktu itu tidak bisa memberikan bukti-bukti penggunaannya.

Selanjutnya, dugaan penggelapan di laporkan oleh kubu Perpenas Waridjan.

Nominal uang yang akhirnya diduga digelapkan berkisar 3,7 M.

Terkejut menyandang status tersangka, ditengah ketidak hadiran panggilan Polda Jatim, Sugihartoyo berupaya mencari langkah hukum salah satunya dengan mengajukan gugatan Praperadilan.

Sayang, upaya hukumnya kandas setelah gugatannya ditolak oleh hakim PN. Surabaya Jum’at (22/9).

Sebelumnya, Di konfirmasi melalui via telpon Sugihartoyo mengakui sebagai tersangka di Polda Jawa Timur dan kini mengaku didampingi pengacara Surabaya, Antoni Rakat SH.

“Sepenuhnya saya serahkan kepada lawyer, bagaimana saya kedepan harus melangkah mohon doanya mas yang terbaik” ucap Sugihartoyo, kepada wartawan. (*kin).

Komentar

comments

Tagged with