Prabowo Ingat Pesan Soeharto

 

“Ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo. 

images (1)Faktanews.co.id – Prabowo Subiyanto ternyata termasuk tokoh yang selalu ingat pesan orang tua, pesan dari orang tua diakui sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup dalam kesuksesan.

“Salah satu yang membesarkan saya adalah amanat dari mertua saya almarhum Pak Harto (Mantan Presiden Soeharto),” katanya di Solo, Jawa Tengah, Kamis 29 Mei 2014.

Di ceritakan, ketika masih berpangkat Mayor dan memimpin sebuah batalion Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat yang akan menjalankan operasi wilayah. dirinya mendapat panggilan untuk bertemu mertuanya (Soeharto) di kediamannya.

Dalam pikiranya di kira akan di beri bekal yang salah satunya uang untuk tugas operasi, namun ternyata uang bukan segalanya dalam perjuangan. “Bapak sedang ada di dekat TV. Saya disuruh duduk di dekatnya. Sebagai seorang purnawirawan militer, dia memahami betul tugas operasi,” jelasnya.”Bapak sedang ada di dekat TV. Saya disuruh duduk di dekatnya. Sebagai seorang purnawirawan militer, dia memahami betul tugas operasi,” ungkapnya.

Dalam pikiranya di kira akan di beri bekal yang salah satunya uang untuk tugas operasi, namun ternyata uang bukan segalanya dalam perjuangan. Pak Harto menitipkan tiga amanat. “Ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo. Setelah itu, bapak langsung nyuruh saya kembali ke batalion,” ungkapnya.

Tentu saja dia bingung Ia mengaku sempat bingung dengan tiga pesan tersebut.  “Awalnya saya tidak mengerti, tapi ada teman saya yang paham dan menjelaskan amanat itu. Setelah saya paham amanat itu, saya pasang di peta operasi. Hasilnya batalion kami menjadi batalion terbaik,” ujarnya.

Prabowo selalu mengingat pesan Soeharto. Ia berharap pesan itu bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat. Pesan justru menjadi lebih bernilai daripada uang.(Edt/vv/Fn)

Komentar

comments

Tagged with