Potensi Wisata Pulau Merah Dibalik Resiko Penambangan Emas Gunung Tumpang Pitu

Alat Berat Penambangan Emas Tumpang Pitu

Alat Berat Penambangan Emas Tumpang Pitu

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Destinasi wisata di Banyuwangi yang kian menunjukkan gemih tabuh akan keelokannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik ataupun mancanegara untuk mengunjungi kota atau Kabupaten dengan isu wisata lain di Banyuwangi.

Hal ini sanggat berbeda jauh dengan kenyataan yang terungkap pulau merah atau red island yang di gadang-gadang menjadi destinasi bahari yang kini sedang booming di kunjungi,

Ternyata menyimpan balada yang begitu terasa menghantui warga sekitar yang menggantungkan penghidupan terhadap wisata Pulau Merah.

“saya berlibur dipulau merah, anehnya disekitar situ ada penambangan emas,” kata wanto

Ini menurut penduduk setempat Akibat dampak penggalian tambang tumpang pitu yang terletak diarea wisata Pulau Merah, yang selama ini telah merusak biota laut yang tercemar Mercuri dari hasil kegiatan tambang.

“kami sangat sesalkan galian penambangan, ini selain bisa merusak lingkungan alam dan air wisata Pulau Merah,” kata Ketua paguyuban pedagang wisata Pulau Merah, Rakih (29/10).

Rakih menyayangkan, penambangan emas di gunung tumpang pitu yang menimbulkan dampak buruk untuk jangka panjang.

Padahal disisi lain banyak dampak baik dari pengelolahan sumber daya alam bahari di pulau merah yang mampu meningkatkan ekonomi warga sekitar dengan berdagang dan ataupun menyediakan jasa penyewaan kano ataupun perahu untuk pengunjung yang ingin menjajal dan menikmati pesona laut di pantai pulau merah.

“kita tidak mau tiba-tiba alam kita rusak air sekarang juga sulit didapat petani karena gunung kita habis untuk penambangan, ingat Wisata Pulau merah berdekatan bahkan satu dusun atau desa dengan lokasi penambangan, ” ungkap Rakih.

Selain itu kejanggalan pada penambangan ini adalah pembagian hasil untuk pemerintahda mendapatkan 10% padahal dalam beberapa tambang di Indonesia bisa mencapai lebih untuk pemerintahan daerah.

“penghasilan sehari bisa untuk semua total dari tiket masuk orang dan kendaraan bisa nyampai 100 juta perbulan itu luar biasa, kalau hari libur nasional malah bisa lebih dari itu,” paparnya.

Untuk pengelolahan hasil dari pulau. merah masing masing mendapat bagian tersendiri. 50% untuk KBM 30% untuk masyarakat dan 20% sisanya diserahkan ke Pemerintah Banyuwangi. (Makin/vi).

Selengkapnya baca majalah Fakta November 2015

Komentar

comments