Politisi PDI-P Adriansyah Ditahan KPK, Tertangkap Tangan Di Bali

Adriansyah

Adriansyah

Faktanews.co.id.( Jakarta)- Sabtu dini hari (11/4) pukul 00.45 WIB, KPK telah menahan anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah bersama Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat yang ditahan dulu pukul 00.00 WIB.

Penahanan dirutan Guntur tersangka Ardiansyah menyusul hasil pemeriksaan sejak pukul 10.30 WIB pagi.

Sedangkan AH, pengusaha yang menyuap Ardiansyah sudah lebih dulu keluar dari Gedung KPK. Dia keluar sekitar pukul 00.00 WIB dan langsung dibawa ke tahanan yang terletak di belakang gedung KPK. Penahanan keduanya merupakan tindak lanjut hasil tangkap tangan KPK di salah satu hotel di Sanur, Bali, (9/4).

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP mengatakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT). penyidik KPK menciduk anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah dan anggota Polsek Metro Menteng Brigadir Polisi Satu (Briptu) Agung Krisdiyanto.

KPK juga mengamankan barang bukti ratusan juta rupiah yang diduga dana suap. “Saat dilakukan tangkap tangan antara A dan AK didapati uang yang dirinci sebagai berikut ditaruh di tas kertas dimasukkan di amplop cokelat masing-masing pecahan 1000 Dolar Singapura 40 lembar, pecahan Rp100 ribu 485 lembar, dan pecahan Rp50 ribu berjumlah 147 lembar, sekira Rp500 juta,” ujar Johan dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).

Dalam perkara dugaan suap ini, politikus PDIP tersebut diduga sebagai penerima, sedangkan Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat diduga sebagai pemberi uang tersebut. Suap tersebut, terkait kepentingan perusahaan PT MMS dan atau grup di Wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kalsel.

Akibat perbuatannya, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Sedangkan Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

“Dari hasil pemeriksaan tadi pemberian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya juga pernah diberikan, tapi ini perlu didalami dulu. Ini berkaitan dengan bisnis PT MMS yang salah satunya di bidang batubara,” jelasnya.(fn)

Komentar

comments

Tagged with