Polisi Gagalkan Penyelundupan Benur Lobster Senilai 1,5 M Dari Lombok

Polisi Gagalkan Penyelundupan Benur Lobster Senilai 1,5 M Dari Lombok

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)-“Pelaku di temukan saat pihak kepolisian tanjung wangi berjaga di pelabuhan yang mencurigai pelaku yang membawa dua kardus rokok “kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Banyuwangi, AKBP Dony Adityawarman,SIK.(8/5/2018).

Ini disampaikan Dony dalam Jumpa pers terkait aparat Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Tanjungwangi, Banyuwangi Jawa Timur berhasil mengagalkan penyelundupan puluhan ribu ekor benur.

Sementara itu, Benur yang telah di amankan di Polres Banyuwangi akan di lepas kembali di habitatnya di garis pantai Bangsring Banyuwangi.

Dony juga mengungkapkan, kronologi penangkapan dan kamuflase penyelundupan Benur Lobster itu agar tidak diketahui pihak keamanan Pelabuhan dan kepolisian, dikemas dalam 2 kardus rokok yang di bawa oleh Dartomo (51).

Sopir mobil box B 9175 PCC tercatat sebagai warga Lingkungan/Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru, Tegal, Jawa Tengah dengan mengaku mendapat upah 1,5 jt.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Kardus tersebut berisi benur lobster yang dikemas dalam plastik.

Masing-masing kardus berisi 50 plastik benur lobster, Tiap plastik berisi 250 ekor benur.

Sehingga totalnya ada 25.000 benur dengan jenis pasir dan mutiara dengan kisaran harga 1,5 Milyar rupiah.

Tersangka mengaku benur tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). yang dititipkan oleh seseorang untuk di antarkan ke salah satu SPBU di Kabupaten Banyuwangi.

Atas tindakannya tersangka dijerat dengan Pasal 88 dan atau pasal 92 Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo Pasal 2 dan Pasal 7 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/ 2016 tentang larangan penangkapan dan atau pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari wilayah Negara RI Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

“Ancaman hukumannya cukup tinggi, maksimal 8 tahun penjara dan denda sekitar 1,5 milyar,” tegasnya.(nov/kin).

Komentar

comments

Tagged with