Polemik Tambang Emas Tumpang Pitu, PT BSI Laporkan Pengacara

Mogok Makan Tolak Penambangan Gunung Tumpang Pitu. (17/3)

Mogok Makan Tolak Penambangan Gunung Tumpang Pitu. (17/3)

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Polemik soal tambang emas tumpang pitu seakan tak pernah berujung. usai ramai di perbincangkan terkait tiba-tiba pengacara Amrulloh SH atas nama warga Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mencabut Gugatan class action namun akan mempersoalkan penambangan emas tersebut dengan gugatan PTUN untuk mencabut ijin penambangan emas PT Bumi Suksesindo (BSI).

Belakangan PT. BSI yang selama ini nampak diam ternyata telah melaporkan pengacara Amrulloh SH kepada Polres Banyuwangi.

PT. BSI melaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan. PT. BSI menilai pengacara Amrullah dkk telah menyebarkan fitnah di hadapan publik tentang pernyataan bahwa PT.BSI tidak mengantongi ijin dalam melakukan kegiatan di Gunung Tumpangpitu.

“PT BSI dikatakan tidak memiliki ijin. Padahal perusahaan kami telah mengantongi ijin resmi, baik analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) maupun Ijin Usaha Pertambangan (IUP). Karena berulangkali dikatakan tidak punya ijin, sekarang ganti kita yang melapor,” kata salah satu direktur PT. BSI, Arif Firman (19/5) dikutip sejumlah media.

Menurut Arif meski pihaknya mengapresiasi positif pencabutan gugatan class action yang telah dilakukan kuasa hukum warga kontra tambang, Amrullah dkk, namun pernyataan berulang-ulang yang mengatakan PT BSI tidak mengantongi ijin tetap dinilai menyesatkan pemahaman publik yang harus diproses hukum.

“Tidak hanya Amrullah yang kita laporkan, tapi semua pengacara yang tergabung sebagai kuasa hukum warga kontra tambang,” tambah Arif.

Sementara itu untuk menindak lamjuti laporan tersebut, Polres Banyuwangi telah meminta keterangan dari  lima orang saksi.

Terdiri dari pelapor dan beberapa karyawan PT BSI yang kebetulan memiliki akun pertemanan situs jejaring sosial dengan terlapor.

Pemeriksaan polisi kini masih sebatas pendalaman mengenai unsur pidana pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan.

Penyelidik juga masih mendalami indikasi pelanggaran Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Rencananya, pekan depan Satreskrim Polres Banyuwangi bakal menggali keterangan ahli dari Stikom dan Universitas Airlangga Surabaya sebelum memanggil para terlapor.

Sementara itu, Amrulloh yang sempat mengetahui laporan tersebut, sepekan lalu membicarakan dengan ketua PERADI Banyuwangi, Misnadi SH.MH dikantornya.

“Tadi saya tanya kepada ketua PERADI apakah dalam tugasnya Pengacara bisa dilaporkan kepada Polisi, saya sudah agak lama dapat informasi, PT. BSI Laporkan saya,” kata Amrullah kepada Faktanews.co.id. *

Komentar

comments

Tagged with