PLN Yang Salah, PLN Paksa Sanksi Pelanggan

mahpudFaktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Arogan, penindas, itu kata pantas di sematkan kepada PLN Banyuwangi, betapa tidak mereka yang melakukan kesalahan mereka justru memberikan sanksi bahkan memaksa konsumen membayar denda.

Ini dilakukan PT. PLN cabang Banyuwangi kepada Mahpud Setiap bulan tagihan rutin di bayar, tiba-tiba warga yang tinggal JL. letjen R SUPRAPTO RT 1/1 Klatak Banyuwangi harus menerima sanksi dan ultimatum dari PLN Banyuwangi.

Belakangan diketahui sanksi denda dan pemadaman akibat dari kesalahan yang di lakukan oleh oknum petugas lapangan bagian pencatat meteran yang tidak pernah memeriksa atau cek angka pada KWH meter tidak berputar (macet) atau baik, sementara si pelangggan rutin Tetap membayar berdasar tagihan rutin PLN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) di lapangan tgl 17 Desember 2014 hari Rabu tidak ada indikasi kecurangan dan di kwh, tidak ada segel yang terbuka semuanya kondisi baik tetapi pelanggan di kenakan tagihan susulan sebesar RP 1.044.535 .

Dalam berita acara NO: 1466.K/DIR/2011 tanggal 27 Disember 2011 PT PLN PERSERO Cabang Banyuwang juga memberi ultimatum berbunyi “apabila sampai dengan tgl 18 Desember 2014 pelanggan tidak menyelesaikan hasil pemeriksaan P2TL maka listrik akan di padamkan,” bunyi dalam surat tersebut.

Perlu di ketahui jarak antara kwh meter dangan rumah kediaman pelanggan kurang lebih 20 meter.

”saya tidak pernah melihat KWH meter itu dan setiap bulan saya bayar berdasarkan tagihan,” Kata Mahpud kepada Faktanews.co.id.

Lebih jauh Mahpud mengakui mengeluhkan karena harus susah payah menghindari sanksi PLN.

“saya dipanggil di kantor PLN cabang Banyuwangi, di suruh bayar tagihan susulan RP 1.038.534 itu memberatkan saya, kesalahan pada petugas ukur kita yang menanggung kerugian dan di ancam mau di cabut,” katanya.

Sejauh ini belum ada komentar resmi dari pihak terkait.(*makin).

Komentar

comments

Tagged with