Pil Dumolid Termasuk Narkoba?, Tora Sudiro Ditahan

Pil Dumolid Termasuk Narkoba?, Tora Sudiro Ditahan

Faktanews.co.id.-(Artis)- Pasca ditangkap Pada Kamis sekitar pukul 10 pagi (3/8), di kediaman mereka perumahan Bali View, Cirendeu, Tangerang Selatan, Tora Sudiro dan Mieke Amalia mengaku tidak mengetahui pil Dumolid dikonsumsi masuk dalam psikotropika yang dilarang.

Dalam penggeledahan didapatkan obat hanya 3 setrip Dumolid atau 30 butir dan polisi harus pula mengirim kelaboratorium untuk mengetahui isi kandungannya.

Dalam penyidikan Tora mengaku mengonsumsi obat itu untuk beristirahat.

Dari hasil tes urine sementara, Tora dan Mieke positif mengkonsumsi benzodiazepin yang ada dalam kandungan Dumolid tersebut.

Obat ini biasa diresepkan dokter kepada pasien yang mengalami gangguan tidur dan gangguan panik.

Sementara itu, orang sehat yang mengonsumsi dumolid akan merasa lebih santai hanya saja dalam prakteknya, Dumolid adakalanya disalahgunakan.

Obat psikotropika itu diminum layaknya narkoba agar pengkonsumsinya lepas dari ketegangan.

Resep dumolid biasanya diberikan oleh seorang psikiater. Dengan Dumolid, orang yang mengalami insomnia bisa lebih rileks dan cepat tidur.

Sumber kuat BNN memgatakan, Dumolid tidak termasuk Narkotika Namun obat itu masuk ke dalam kategori psikotropika golongan IV. oleh karenanya memiliki Dumolid tanpa resep dokter bisa terancam pidana.

Pasal 62 tentang psikotropika berbunyi, no. 5 tahun 1997 barang siapa memiliki, menyimpan, atau membawa psikotropika, dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

“TS telah kami tanda tangani dan telah kami tahan, dan melanjutkan proses hukumnya,” kata Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Selatan, AKBP Vivick Tjangkung, dalam konferensi pers, Jumat (4/8).

Sementara Mieke istri Tora dipulangkan karena hanya pemakai dan disarankan menjalankan rehabilitasi psikotropika.

Sebelumnya, Ketidak mengertian soal Dumolid merupakan bagian dari Narkoba juga disampaikan Tora dan Mieke kepada Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) Nanda Persada, yang sempat menjenguknya.

“Itu digunakan bukan untuk have fun, fly, tapi untuk istirahat. Yang bersangkutan tidak mengerti, tidak tahu itu menyalahi,” ujar Nanda di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (3/8/2017).

Yang pasti menurut Nanda, Tora dan Mieke terkejut atas penangkapan ini karena merasa tidak salah.

Oleh karenanya pihak keluarga dan kuasa hukumnya mengupayakan pembebasan Tora dan Mieke.

“Tidak maksud sengaja. Jadi kasihan sama Tora. Saya tadi ketemu salah satu keluarga,” ujar Nanda.(ko/hay)

Komentar

comments

Tagged with