PHK 3 Karyawati, PT. SSP Belum Bayar Kewajiban

PHK 3 Karyawati, PT. SSP Belum Bayar Kewajiban

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Hingga kini PT. SPT. Samudra Seafood Product (SSP) memilih diam tidak melakukan cara-cara persuasif guna mencari solusi sengketa yang kini membayangi menagemen terkait membayar hak tiga orang karyawati yang telah di PHK.

Surat anjuran Disnakertrans Banyuwangi dan rincian dana yang harus dibayarkan sudah dikirimkan kepada perusahaan udang yang beralamat Jl. Gatot Subroto tepatnya di Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi tersebut.

Data dan informasi menyebutkan, tiga orang karyawati perusahaan pengalenganyang diPHK dengan berbagai dalih masing-masing dan di PHK dengan cara berbeda.

Fitrial (40) di PHK tanpa selembar surat, Wanita kelahiran manado yang tinggal di Kalipuro Banyuwangi yang nampak gesit ini, di PHK karena bablas melempar udang. “mestinya udang yang saya lempar masuk keranjang yang disediakan namun mungkin terlalu keras tak sengaja terkena pengawas,” katanya, (31/7).

Lain lagi yang dialami Lisa Eka Ariyanti, dia tahu-tahu di skors hingga usai lebaran 2017 kemarin gara-gara sempat tidak masuk kerja karena sakit meski dengan bukti surat dokter. Bahkan wanita berusia 33 tahun ibu dari dua orang anak ini, akhirnya di PHK ketika aduan soal skors memasuki mediasi di kantor Disnaker Banyuwangi.

Lain lagi Nurul Lailiyah (35) karyawati borongan dengan masa kerja setahun di PHK secara sepihak dan berargumen tidak ada perjanjian kerja bernasib sial harus kehilangan upah senilai berkisar 1,6 juta tiap bulan tahu-tahu di PHK melalui lisan yang disampaikan oleh staf SSP.

Dari berbagai masalah dengan tiga karyawati ini dengan PT. SSP pihak dinas berupaya memediasi kedua belah pihak.

Upaya meminta keterangan kedua pihak (tiga karyawati dengan PT.SSP sudah dilakukan, berdasar surat no 567/1936/429.107/2017 pihak disnaker menganjurkan PHK tiga karyawati ini harus di barengi PT SSP dengan kewajiban yang telah diatur pasal 13 ayat 2 uu no 2 tahun 2004 tenaga kerja.

Sesuai pasal 164 ayat 3. PT. SSP berkawjiban membayar tiga karyawati tersebut total 34 juta lebih terdiri uang pesangom, uang THR, uang proses. Namun hingga kini kewajiban PT. SSP belum dilaksanakan tanpa alasan jelas.

Kepala bidang tenaga kerja Disnakertrans Banyuwangi Nyamat SPD mengatakan, pihak pemerintah Banyuwangi dalam hal ini Disnakertrans telah melakukan berbagai upaya agar perselisihan kedua belah pihak terselesaikan, surat dan rincian kewajiban pembayaran kepada tiga orang yang di PHK sudah kirimkan.

“coba nanti saya kros check hubungan industrial (HI), namun bila PT. SSP belum memberikan kewajiban. Pihak tenaga kerja bisa melakukan langkah lain sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau sanksi nanti kita pertimbangkan sesuai aturan yang ada, ,” katanya.(kin).

Komentar

comments