Perintahkan Potong Uang Jasa Pungut Pajak, Kepala BPPKAD Ditahan

Perintahkan Potong Uang Jasa Pungut Pajak, Kepala BPPKAD Ditahan

Faktanews.co.id.-(Gresik)- Plt. Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, Mukhtar harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cerme sebagai tahanan (15/1/2018).

Mukhtar ditahan KejaksaanNegeri (Kejari) Gresik atas dugaan pemotongan atau pungutan liar (pungli) uang jasa pungut (japung) pajak daerah dan uang insentif pajak.

Sementara tiga pejabat lainnya, Kabid PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBB-BPHTB) Mustofa. Kemudian Kabid Anggaran Mat Yazid dan anak buahnya, Agung Fery Setiyono. Agung menjabat sebagai Kasubag Penyusunan Anggaran Urusan Pemerintahan Wajib menjalani pemeriksaan intensif dan menjadi saksi.

Penetapan Muhktar sebagai tersangka pada Selasa sore (15/1/2019) buntut dari OTT penangkapan Senin (14/1/2019) dengan barang bukti uang Rp 537.152.339.

Mukhtar selanjutnya dititipkan ke Rutan Cerme sebagai tahanan titipan kejaksaan.

“Kami tahan atas sangkaan pemotongan uang jasa pungut pajak daerah. Nilainya bervariasi antara 10 hingga 20 persen,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Pandoe Pramoekartiko,

Menurut Pandoe, hasil pemeriksaan diketahui, tersangka Mukhtar selaku Plt BPKAD memerintahkan melakukan pemotongan uang japung penarikan pajak di lingkungan BPPKAD Gresik.

Besar uang pungutan bervariasi dikenakan kepada seluruh pegawai BPPKAD penerima uang japung.

Uang tersebut lantas dikumpukan dan disetorkan ke Plt Kepala BPPKAD Gresik.

“Kami masih menuntaskan hasil pemeriksaan sambil melengkapi alat bukti dan keterangan saksi,”pungkasnya.

Sementara itu, delapan pejabat BPPKAD telah diperbolehkan pulang pada jamnya berbeda.

Pada Senin malam sekitar pukul 22.00 ada 4 orang yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki keluar dari kantor kejari. Sekitar pukul 23.00, menyusul 1 orang ASN perempuan menyusul diperbolehkan pulang. (raj/kin).

Komentar

comments

Tagged with