Video Mesum Pelajar SMP dan Mahasiswa Banyuwangi, Belum Ada Sanksi jelas

Video Mesum Pelajar SMP dan Mahasiswa Banyuwangi, Belum Ada Sanksi jelas

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)- Heboh tentang video hubungan badan layaknya pasangan suami istri yang di lakukan salah satu Siswi SMPN 3 dan Mahasiswa Perguruan tinggi Politeknik Negeri Banyuwangi jadi rasan-rasan tak berujung di Banyuwangi.

Jagat maya Facebook, WhatsApp, dan Line utamanya WhatsApp (WA) masih bertebaran beredar video mesum sepasang kekasih sedang mabuk asmara tersebut.

“Video mesum pelajar masih beredar, tapi yang terpenting kenapa hal ini dilakukan oleh pelajar dan wanitanya masih termasuk anak-anak, dia masih SMP,”ungkap Sugiharto (21/5/19).

Menurutnya, mestinya pihak sekolah dan Diknas Banyuwangi lebih transparan penyelesaian atau hukuman untuk pembelajaran pelajar lainnya termasuk orang tua pelajar dalam mengawasi pergaulan anaknya.

“Beri sanksi agar untuk shock Terapy,”katanya.

Dalam dua Video asusila yang awalnya di kalangan konsumsi Mahasiswa itu masing-masing berdurasi satu menit 36 detik. Video kedua satu menit 39 detik.

Dalam adegan itu tampak keduanya tanpa seperti canggung dan terbiasa melakukan.

Dari penelusuran faktanews.co.id, Pemeran perempuan dalam video disebut-sebut siswi SS salah satu SMPN 3 diBanyuwangi, sementara sang pria diketahui Sebagai salah satu Mahasiswa Perguruan Tinggi di Banyuwangi Rck.

“Prihatin dan miris. Kenapa hal-hal seperti itu terjadi. Dalam perkembangan dewasa, ini jauh dari karakter moral,”kata Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Banyuwangi Sulihtyono kepada faktanews.co.id.

Menurutnya dunia pendidikan menjadi tercoreng dan menjadi pukulan telak karena perbuatan asusila tersebut tidak Mencerminkan moral perilaku remaja

“Kenapa hal-hal seperti ini terjadi. Dalam perkembangan dewasa, ini jauh dari karakter moral,” sebutnya.

Lebih jauh Sulih berharap peristiwa ini menjadi pelajaran. Seluruh orangtua harus menjaga ketat.

Mengawasi pergaulan dan membimbing anak remaja harus berkelanjutan dirumah ketika anak sudah pulang kerumah.

“Saya berharap semua berperan aktif. Baik di sekolah maupun rumah tangga. Ini yang harus kita lakukan bersama, Janganb semua ke sekolah dalam kejadian kenakalan remaja ini. Sekolah hanya 30 persen dalam membimbing anak-anak. 30 persen lagi keluarga. Sisanya pergaulan masyarakat. Ini yang kita harapkan. Peran orangtua penting dalam membimbing dan membentuk karakter anak mereka,” sambungnya.

Berkaitan Video tersebut, Menurut Sulih pihaknya sudah memanggil Kepala sekolah SMP dimana tempat siswi menimba ilmu.

Ini penting demi kebaikan siswi dimaksud agar untuk menghindari bully, juga menjauhkan hal negatif lain.

Menurut Sulih,Team Diknas sudah ke Sekolah untuk klarifikasi, hasilnya sebagai bahan pengambilan keputusan di sekolah.

“Saya kira pihak sekolah akan evaluasi, apapun keputusannya. Kalaupun ada sanksi, pasti pihak sekolah sudah mempertimbangkan dengan matang”pungkasnya.(her/kin).

Komentar

comments

Tagged with