Perawat Sedang Hamil Meninggal Positif Corona

Faktanews.co.id.(Jatim)– Ari Puspita Sari yang bekerja sebagai perawat Rumah Sakit (RS) Royal Surabaya, dinyatakan meninggal dunia, (18/5).

Ari yang diketahui hamil 4 bulan meninggal akibat terinfeksi virus corona (Covid-19).

Jubir Covid-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan, Ari mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.50 pada Senin (18/5).

Sebelumnya Ari telah beberapa hari menjalani perawatan di RSAL dr Ramelan Surabaya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Namun kepastian penyebab meninggalnya Ari merupakan wewenang RSAL yang melakukan perawatan.

“Kalau itu dari informasi medis, kalau saya rasa benar dan tidaknya mestinya dari RSAL yang menjelaskan. Dari kita memang dugaan ke arah sana (Covid-19) secara klinis,” ujarnya kepada wartawan, Senin,((18/5).

Dewa menjelaskan sakitnya Ari sejak sepekan lalu, setelah pemeriksaan awal gejala klinisnya mengarah pada Covid-19.

Ari yang merupakan perawat yang sudah dua tahun terkahir ini mengabdikan dirinya sebagai tenaga kesehatan itu, sempat dirawat di salah satu ruangan di RS Royal beberapa hari.

Karena kondisinya Ari makin parah, Ari dirujuk ke RSAL dr Ramelan sejak Sabtu (16/5) kemarin.

“Sebelum di RSAL dirawat disini 3-4 hari,” kata Dewa.

Dewa menjelaskan mengatakan, Ari merupakan seorang perawat di RS Royal. Namun, almarhum yang bersangkutan bukan petugas yang bekerja melakukan penanganan pasien Covid-19.

Ari yang tengah hamil, Menurut protokol, perawat yang mengandung tak diperkenankan bertugas melakukan penanganan pasien corona.

“Iya perawat sini. Bukan (perawat pasien corona) Perawat yang di luar tim corona,” katanya.

Ari saat tengah dalam kondisi hamil. Menurut protokol, perawat yang mengandung tak diperkenankan bertugas melakukan penanganan pasien corona.

Saat ini, kata Dewa Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya tengah melakukan penelusuran terkait dugaan awal penularan corona, yang dialami Ari.

“Nanti penelusurannya biarkan teman-teman Dinkes yang tracing karena punya porsi masing-masing. Kalau kami dugaan kena dari mana masih terlalu luas,” ujarnya.

Jenazah Ari dimakamkan oleh Tim RSAL dr Ramelan Surabaya. Dengan protokol pemakaman yang berlaku untuk pasien Covid-19.

“Yang memakamkan pihak RSAL karena protokolnya kan begitu kita mendampingi saja melihat dari jauh,” pungkasnya.(*kin).

Komentar

comments