Perawat Rangkap Jadi PPTK Proyek

Tak Berpendidikan tekhnik dan tidak punya ijazah Tekhnis?

fais fadloliFaktanews.co.id.(Banyuwangi)- Meski Proyek pembangunan gedung citiscan RSUD Blambangan sudah dilaksanakan tahun 2013. namun gonjang-ganjing legalitas FF selaku pejabat pembuat komitmen (PPTK) tak pernah terjawab.

Proyek bernilai tak kurang Rp 500 juta tersebut merupakan proyek lanjutan untuk peningkatan layanan pasien RSUD Blambangan Banyuwangi yang terletak di jalan Letkol istiqlah, anggaran dana merupakan dana DAK.

Berkaitan keberadaan FF selaku PPTK, banyak pihak menilai janggal karena diduga tidak memiliki sertifikat tehknik maupun keahlian dan kemampuan tekhnik. “ dia murni menyandang keilmuan perawat, bukan bangunan, kok bisa menjadi PPTK,” kata beberapa sumber terpercaya.

Sumber lain juga meragukan kelengkapan presedur di tunjuknya FF Selaku PPTK. ” menurut aturan kontruksi perpres 07 tahun 2010. PPTK harus memiliki ijazah tehnik dan mengikuti diklat,” Katanya

Kepada Faktanews.co.id, FF mengakui dirinya selaku PPTK pelaksanaan pembangunan gedung scan. Namun dirinya berupaya mengelak menjelaskan kapan mengikuti ke ilmuan tekhnis serta legalitas pendukung dirinya selaku PPTK.

“ Memang saya dengar beberapa kali ada pihak yang mempertanyakan saya sebagai PPTK. Saya punya ilmu kesehatan sekalian dijadikan satu,” Katanya seraya berupaya mengalihkan pembicaraan.(kin/Fn)

Komentar

comments