Pengunjung Wisata Pantai Boom Belum Diansuransi

Pantai Boom

Pantai Boom

Faktanews.co.id.(Wisata)- Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, Korban meninggal dunia dadang dan 3 korban lain Denis, Andang, Tomi, Dadang yang tenggelam pantai Boom tidak mendapat ansuransi ataupun bantuan sejenis.

Menurut Bram, seluruh korban  tenggelam pantai Boom yang masih anak-anak tersebut bukanlah pengujung wisata pantai Boom. Mereka adalah warga sekitar yang biasa bermain dengan mandi di pantai itu.

Namun demikian kejadian tersebut bisa dijadikan referensi jaminan peningkatan layanan wisata pantai Boom Banyuwangi.

Lebih jauh Bram mengatakan, Untuk pengembangan wisata boom kedepan setiap pengunjung harus membeli tiket masuk yang di dalamnya sudah tercover asuransi kecelakaan jiwa.

“Adapun  hal- hal yang lain kami akan koordinasi dengan pelindo III sebagai pemilik kelola pantai Boom  dan juga akan di agendakan  rapat evaluasi  bulanan,”katanya. (8/9)

Seperti diketahui, sejak beberapa hari kemarin sorotan mata masyarakat tertuju kepada tenggelamnya 4 korban di wisata pantai Boom Jum’at (4/10/2015). 3 korban ditemukan dalam keadaan hidup sementara 1 korban yang baru ditemukan di perairan tambong, desa Bomo, Kecamatan Kabat Banyuwangi (6/10/2015) sekitar pukul 08.30 wib. Dalam keadaan tak bernyawa.

Setelah tiga hari pencarian  jasad  dadang  korban tenggelam di temukan  oleh  Nur 49th salah seorang nelayan  setempat  pukul  08.30 wib di perairan pantai Bomo.  Letak persisinya sebelah selatan dari lokasi kejadian tenggelam sekitar  8 km dari pantai boom.

Tiga hari masa tenggelam membuat tubuh anak periang yang masih duduk dibangku SMP 2 kota Banyuwangi, Dadang, ditemukan dalam kondisi mengenaskan. wajahnya rusak, luka pada bagian mata mengeluarkan darah segar serta kulit yang mulai terkelupas.

Jasad Anak tukang becak yang sehari-hari tinggal bersama nenek dan bibinya tersebut langsung dikebumikan minggu (6/9) kemarin. (yayak/makin).

Komentar

comments