Pengunjung Petilasan Syech Siti Jenar Di Banyuwangi Hingga Dari Singapura

Suasana Di area Petilasan Syeh Siti Jenar

Suasana Di area Petilasan Syeh Siti Jenar

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Banyak di kalangan masyarakat religi yang tidak kenal dibanyuwangi terdapat petilasan sosok  Syech Siti Jenar, salah satu penyebar agama islam di pulau Jawa.

Asal – usul syech siti jenar. Di masyarakat terdapat variasi cerita mengenai syeh siti jenar dan tempat makam banyak di temukan di pulau jawa.

Ada  sebagaian umat islam menganggap  ajarannya sesat, sebagian lain  menganggap  syech siti jenar adalah  seorang Sufi yang mempunyai ilmu, baik ilmu  intelektual  maupun ilmu spiritual.

Di Banyuwangi terdapat petilasan Syech Siti Jenar letaknya di desa lemahbang Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.

Menurut juru kunci makam Turin mengatakan, bahwa  makam ini sudah ada sejak abad XIV masehi. Makam ini aada kaitan dengan  sejarah nama desa ini yaitu Lemahbang.

Petilasan ini mulai disentuh pembangunan pada tahun 2006. tahun – tahun sebelumya petilasan ini beberapa kali di renovasi namun roboh. hal itu karena pembangunan belum mendapat ijin restu. “Setiap di bangun pasti roboh maka pada tahun 2006 kita para tokoh masyarakat desa Lemahbang melakukan ritual  untuk minta ijin pembangunan makam ini,” kata turin kepada faktanews.

Tetapi yang bau rokso (penjaga petilasan) ini dari alam goib mengajukan persyaratan untuk pembangunan makam ini. Persyaratan  yang di minta adalah atap terbuat dari lalang dan soko yang di minta dari kayu jati harus ambil dari alas purwo.

“Semua persyaratan di setujui maka di bangunlah makam itu sampai sekarang,”katanya.

Turin juga menjelaskan lebih jauh, setiap masyarakat desa sini yang mempunyai hajat harus melakukan ritual selamatan di petilasan ini” minta ijin”.

Dalam catatan Desa Lembahbang kulon, ketertarikan pengunjung datang ke petilasan Syeh Siti Jenar terus meningkat, hal seiring kepedulian masyarakat setempat dan pemerintah desa Lemahbang.

Bila dirincikan sudah puluhan ribu pengunjung sudah hadir dengan segala penjuru dari luar jawa bahkan dari luar negeri.

Sekdes Lemahbang Yamadi mengatakan, pengunjung dari aceh, kalimantan, lombok, banten, Banyumas, Kebumen, Semarang bahkan pengunjung juga dari Singapura sempat mendatangi petilasan Syeh Siti Jenar. “mereka datang kesini kadang- kadang bersama rombongan,” kata Yamadi kepada Makin dari faktanews.

Untuk keseimbangan jumlah pengunjung memang diperlukan perhatian semua pihak termasuk pemerintah banyuwangi. Akses jalan menuju lokasi petilasan yang juga menjadi satu dengan jalan masyarakat setempat utamanya untuk akses jalan hasil pertanian.

“memang pengunjung terus bertambah, masyarakat disini juga punya kepedulian tinggi tentang sejarah petilasan ini, namun bantuan pemerintah sangat kami tunggu utamanya bantuan jalan menuju petilasan yang juga jalan yang juga dilewati untuk mengangkut hasil pertanian,” kata Yamadi  (tim/fn/kin)

Komentar

comments

Tagged with