Penggeledahan Kantor PDI-P Tergantung Kebutuhan Penyidikan KPK

Penggeledahan Kantor PDI-P Tergantung Kebutuhan Penyidikan KPK

Faktanews.co.id.– Sempat dinilai gagal melakukan upaya paksa penggeledahan di Kantor DPP PDIP dalam mengungkap kasus suap pengurusan PAW PDIP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menjadwalkan kembali melakukan upaya paksa penggeledahan Kantor Partai Pemenang Pemilu 2019 tersebut.

Dalam hal ini KPK sebelumnya gagal mentarget data-data serta Hasto Kristiyanto menyusul orang dekat Sekjen PDIP itu tertangkap lebih awal.

“Jadi begini, penggeledahan suatu tempat di mana pun itu ya termasuk DPP PDIP adalah kebutuhan penyidikan,” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri kepada awak media, Rabu, 29 Januari 2020.

Menurut Ali, tujuan upaya paksa seperti penggeledahan sejatinya untuk menemukan barang bukti atau pun petunjuk lainnya dalam perkara yang sedang ditangani KPK.

Terkait menggeledah markas partai Banteng kata Ali Fikri, pihaknya tidak bisa memastikan kapan akan di geledah karena ranah upaya paksa ini sifatnya tertutup.

“Tetapi tempat-tempat, nama-nama saksi (yang direncanakan untuk dilakukan) tentunya kami tidak bisa mem-publish karena itu bagian dari penanganan perkara,” ujarnya.

Semenntara itu, dalam perkara suap kader PDI-P tersebut, KPK baru menggeledah tiga tempat, di antaranga yakni ruang kerja mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan, rumah dinas Wahyu Setiawan (tersangka) dan apartemen Harun Masiku (tersangka) buron.

Selain Wahyu dan Harun Masiku KPK juga telah menetapkan status tersangka kepada Mantan anggota Bawaslu Agustiani, staf DPP PDIP Saeful.(vin/hay).

Komentar

comments

Tagged with