Pengaruhi Menteri Agama, Rommy Terbukti Terima Uang Dipenjara 2 Tahun

Pengaruhi Menteri Agama, Rommy Terbukti Terima Uang Dipenjara 2 Tahun

Faktanews.co.id.– Mantan anggota DPR dan dikenal Mantan Ketua Umum PPP  Romahurmuziy alias Rommy dinyatakan bersalah menerima uang dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Rommy oleh majelis hakim Tipikor yang diketuai Fahzal Hendri divonis 2 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa Romahurmuziy telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” kata hakim ketua Fahzal dalam amar putusan di sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Dalam sidang terungkap, Rommy menerima uang 255 juta dari Haris Hasanudin yang mengikuti seleksi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Rommy melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanudin yang sempat dijatuhi sanksi disiplin pegawai negeri sipil (PNS) berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun.

Sementara salah satu persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut adalah tidak pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau berat dalam 5 tahun terakhir.

Dalam kasus ini terungkap, Haris meminta saran Ketua DPP PPP Jatim Musyaffa Noer agar bisa bertemu Lukman Hakim yang saat itu menjabat Menteri Agama dan Rommy.

Sedangkan Lukman dinilai Musyaffa mempunyai hubungan dekat dengan Rommy.

“Pada tanggal 17 Desember 2018 di rumah terdakwa (Rommy) di Jalan Batuampar 3 No 04 Kelurahan Batuampar Kecamatan Kramatjati Jakarta Timur, terdakwa melakukan pertemuan dengan Haris Hasanudin dan membicarakan mengenai rencana Haris Hasanudin menduduki jabatan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang untuk itu terdakwa bersedia menyampaikan keinginan Haris Hasanudin tersebut kepada Lukman Hakim Saifuddin,” ungkapnya.

Terungkap pula Haris tidak memenuhi syarat administrasi sehingga dinyatakan tidak lolos seleksi tahap administrasi.

Namun Rommy memerintahkan Lukman Hakim agar Haris tetap lolos seleksi administrasi.

Rommy bersalah melanggar Pasal 11 UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Terdakwa juga menyampaikan kepada Lukman Hakim Saifuddin agar tetap mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan segala resiko yang ada. Arahan terdakwa tersebut disetujui oleh Lukman Saifuddin,” jelas hakim.

Berkaitan itu, Haris akhirnya memberikan uang Rp 255 juta kepada Rommy secara bertahap.

Haris akhirnya diangkat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim berdasar surat  keputusan Menteri Agama nomor B.II/04118 selanjutnya dilantik pada 5 Maret 2019.

Selain terlibat memanfaatkan jabatan Ketua PPP untuk jual beli jabatan  Hasanudin, Rommy juga menerima uang M Muafaq Wirahadi dalam kaitan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.(dec/hay).

Komentar

comments

Tagged with