Pengacara Walhi : Yang Pegang Logo Palu Arit Bukan Budi Pego

Pengacara Walhi : Yang Pegang Logo Palu Arit Bukan Budi Pego

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sidang lanjutan kasus logo Palu Arit di Pengadilan Negeri Banyuwangi memasuki sidang ke enam (17/10) dengan agenda menghadirkan saksi dan bukti.

Dalam pembuktian, dalam tulisan spanduk yang di saksikan oleh umum di ruang sidang tak ada kalimat mengenai komunisme Bahkan logo palu arit yang di tuduhkan Hanya saja logo palu arit ada pada foto saat BAP.

Makinudin Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi selaku saksi kedua mengatakan, jika Budi Pego merupakan warga NU dan beragama Islam.

Dalam sidang ini sebelumnya Makinudin sempat kedapatan mendengarkan keterangan saksi pertama di dalam ruang sidang namun tak beberapa lama di ketahui oleh pihak kepolisian yang berjaga, ketua majelis hakim merespon dengan memerintahkan Makinudin keluar dari ruang Sidang.

Saksi pertama Basyori Saini, selaku sopir saksi sebelumnya (Manager External Affairs PT Bumi Suksesindo (PT BSI), Bambang Wijonarko, mengaku melihat spanduk bergambar mirip palu arit lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam demo, 4 April 2017 lalu.

Masih dihari yang sama, disore hari pasca aksi yang di komandani Budi Pego, spanduk berlogo palu arit menurut Basyori masih terpasang disebuah pohon Randu, didekat pemukiman warga setempat.

Ini diketahui Waktu saat dirinya kembali dari mengantar bosnya (Bambang Wijonarko).

Sementara itu, Ahmad Rifa’i Pengacara dari Walhi yang mendampingi Budi Pego mengatakan, Pasal 107 UURI No. 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP Kejahatan Keamanan Negara yang dijeratkan kepada kordinator demo Tambang Emas Tumpang Pitu Budi Pego di yakini tidak mengena.

Dari barang bukti dan saksi yang dihadirkan, Rifai optimis jika hal itu bisa meringankan tuduhan kepada kliennya sebagai penyebar paham komunis.

“Semua spanduk yang diperlihatkan dimuka persidangan sama sekali tidak ada yang berlogo palu arit, yang ada hanya foto di BAP, yaitu foto warga yang memegang spanduk palu arit” kata Rifai,(17/10).

Usai mendengar keterangan kedua saksi, Ketua Majelis Hakim, Putu Endru Sonata SH, kembali menunda persidangan.

Sidang dilanjutkan Selasa 24 Oktober 2017 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Jaksa Penuntut Umum.(sah/kin).

Komentar

comments