Penetapan Penyelengara Untag Banyuwangi Disepakati diserahkan Keputusan Menristekdikti

Penetapan Penyelengara Untag Banyuwangi Disepakati diserahkan Keputusan Menristekdikti

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Beberapa kali diagendakan pertemuan dan gagal dalam konsolidasi untuk menentukan nasib Legalitas Mahasiswanya, Akhirnya semua pihak harus menunggu keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) terkait siapa penyelenggara Universitas 17 Agustus (Untag) Banyuwangi.

Kabar terbaru,  undangan kepada tiga pihak (Yapenas dengan Perpenas kubu Waridjan dan Perpenas Kubu Sugihartoyo) yang sama-sama mengklaim sebagai penyelenggara Perguruan Tinggi cukup terkenal Di Banyuwangi ini akhirnya juga tak maksimal jadi sarana konsolidasi.

Pertemuan terakhir pukul 13.00 tanggal 21 Juni 2017 kemarin juga tidak menemukan kata sepakat karena Sugihartoyo tidak hadir dalam agenda yang diinformasikan dipimpin Menristekdikti, Mohammad Nasir.

Sementara dua kubu yang sebelumnya sudah berdamai dulu yaitu Yapenas dan Perpenas Waridjan masing – masing hadir dalam pertemuan bertempat di kantor Kemenristekdikti Senayan Jakarta.

“saya hadir dalam pertemuan, ini saya dalam perjalan pulang ke Banyuwangi, ” kata Suryo Purwito yang dikenal sebagai anak salah satu pendiri dan ketua pertama kali berdirinya Yapenas 17 Agustus Banyuwangi,(22/7).

Sebelumnya, upaya mengkonsolidasi tiga pihak ini juga beberapa kali pernah dilakukan Kemenristekdikti seperti kamis 18 Mei 2017.

Dua kubu Perpenas kubu Waridjan (Akte 42/2010) Yapenas selaku pendiri dari seluruh lembaga pendidikan 17 Agustus Banyuwangi mulai TK SLTA hingga perguruan tinggi (Untag Banyuwangi) dengan satu kubu lainnya pemegang akte no 09/2015 Perpenas Sugihartoyo di undang di Kemenristekdikti.

“ooh undangan biasa saja, kita hanya di non aktifkan di online saja, Dikti gak mungkin mengorbankan mahasiswa,” kata Sugihartoyo usai pertemuan dengan Perpenas kubu Waridjan dan Yapenas 17 Agustus 1945, Dikantor Peradi Banyuwangi, (7/6).

Belum ada keterangan, apakah akibat gagalnya berbagai pertemuan yang dikemas sebagai solusi damai guna legalitas mahasiswa ini, menjadikan persoalan status pembinaan (non aktif) yang diiringi dengan di tutupnya pangkalan data Dikti sejak 24 Maret 2017 lalu (hingga kini masih diberlakukan untuk Untag Banyuwangi) akan berujung pembekuan total perguruan tinggi ini.

Ataukah sebaliknya dengan pertimbangan pertimbangan yuridis dan history Menristekdikti mengambil keputusan demi nasib legalitas mahasiswa kini tercatat 3.454 orang.

Informasi sebelumnya, tiga kubu ini sempat bersepakat bahwa keputusan penyelengara diserahkan kepada menteri Ristek dan Dikti.

Dalam konsolidasi tanggal 09 Juni 2017 yang lagi-lagi gagal itu, dengan dimediasi oleh Prof. DR Retno Saraswati, SH. M.Hum dari Universitas Diponegoro (UNDIP) akhirnya disepakati ketiga pihak saling menandatangani terikat dalam ketentuan tertulis dan bermaterai, akan mematuhi apapun yang diputuskan Menristek dan Dikti dalam penetapan penyelengara Untag Banyuwangi. (kin).

Komentar

comments

Tagged with