Pencari Burung Tewas Usai Lolos Saat Ditangkap, Polisi Periksa Fasilitas Kantor TNMB Yang Dirusak Massa

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Aparat kepolisian dihadirkan menyusul tewasnya Semianto usai lolos dari penangkapan yang berujung pengrusakan sejumlah fasilitas di kantor Seksi dan Resort milik Balai Taman Nasional Merubetiri (TNMB), di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Tim inafis dan reskrim Polresta Banyuwangi, diterjunkan untuk memeriksa bekas perusakan maupun pembakaran.

Pantauan Sumber dilapangan, kerusakan fasilitas Balai Taman Nasional (BTN) Meru Betiri, baik yang rusak maupun di bakar masa ada tiga bangunan.

Diantaranya, satu Kantor Balai Taman Nasional Meru Bitiri, Dua pos penjagaan dan gedung Balai Taman Nasional Rajekwesi dan mess Sukomade juga dirusak dan dibakar massa.

Sejumlah kendaraan Dinas juga rusak seperti, Mitsubishi Strada Triton hancur, 5 motor dinas Trail jenis Kawasaki KLX rusak bagian lampu dan tanki akibat dirobohkan oleh massa.

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol. Arman Asmara Syarifudin yang sempat datang ke lokasi, mengatakan kantor tersebut rusak usai diserbu ratusan massa yang ingin mengetahui kronologi kematian seorang pencari burung bernama Semianto.

“Warga ingin mengetahui penyebab kematian pencari burung itu, akan tetapi tidak menemukan jawaban,” ungkapnya.

Akibatnya, ratusan warga menyerbu kantor dan merusak seluruh fasilitas yang ada termasuk beberapa kendaraan dinas.

“Semua dihancurkan oleh massa,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kejadian anarki lanjutan Polresta Banyuwangi, menurunkan dua kompi shabara dan anggota Polsek tetangga untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi kerusuhan.

“Sudah kami turunkan tim untuk berjaga,” katanya, (14/5).

Arman berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang tidak benar.

Selain itu warga juga diharapkan berdiam diri di rumah dan tidak berkerumun lantaran situasi saat ini semua pihak sedang mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kami tetap terapkan protokol kesehatan Covid-19 dan tidak memperbolehkan warga berkerumun di sekitar lokasi. Selain itu lokasi perusakan juga sudah di police line demi menjaga ketertiban,” terangnya.

Informasi yang dikumpulkan menyatakan, kejadian bermula sekira pukul 14.30 WIB, Rabu, 13 Mei 2020 sekitar ratusan massa yang datang Kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri yang berada, Dusun Krajan RT O3 RW 03 Desa Sarongan menyusul  kematian satu orang warga Semianto (SM).

Semianto diketahui meninggal usai digerebek petugas balai Taman Nasional Meru betiri karena dicurigai hendak mencari burung liar di kawasan Meru Betiri di area Sukamade bersama anaknya PA 21 tahun.

PA yang ikut mencari burung tertangkap dan diserahkan petugas ke Polsek setempat.

Sementara ayahnya Semianto (SM) 40 tahun warga Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran diinformasikan sempat melarikan diri dan pada hari Rabu (13/05) namun sekitar pukul 10.00 wib warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan menemukan SM di area sungai Sukamade tewas dengan kondisi telungkup.

Penemuan jenazah Semianto selanjutnya tersebar kepada warga desa Sarongan, mereka spontan berdatangan dan berkumpul di depan kantor Pelindung Alam Balai Taman Nasional Meru Betiri untuk meminta penjelasan pihak petugas PA Meru Betiri.

Tak mendapat jawaban pasti, massa warga melampiaskan dengan aksi pengrusakan kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri berujung pengerusakan fasilitas kantor dan akhirnya dapat dihentikan aparat kepolisian.

Pada Kamis Sore tadi (14/5) PA anak korban sudah dikembalikan ke rumahnya oleh aparat kepolisian setempat.

Sementara itu, usai di otopsi di rumah sakit Blambangan Banyuwangi, jenazah Semianto di makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Krajan RT.03 RW O3 Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi.(kar/ndu/kin).

Komentar

comments