Pemilik Lahan Bersertifikat Lawan Eksekusi

Pemilik Lahan Bersertifikat Lawan Eksekusi

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)- Rencana eksekusi atas tanah di Lingkungan Concrong Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi mendapat perlawan dari warga pemilik yang rata-rata sudah memiliki sertipikat hak milik (SHM).

Apalagi dengan munculnya pemberitahuan dari pihak juru sita untuk mengosongkan bangunan membuat warga Dusun Krajan Rt 03 Rw 02, Desa Rogojampi menjadi resah mengingat sertifikat yang mereka miliki adalah sah secara hukum dan itu membuat warga berani untuk mempertahankan apa yang mereka pahami menjadi hak miliknya.

Sebagai bentuk pemberitahuan sekaligus perlawanan, warga lingkungan concrong kompak memasang spanduk papan bertuliskan rumah ini sudah bersertifikat di depan rumahnya masing-masing.

Atas kejadian itu, warga tentu sangat heran, Karena warga yang masing-masing mengantongi sertifikat hak milik resmi dari BPN tahu-tahu diminta untuk mengosongkan rumahnya.

“Warga semua ini beli, kok bisa mau digusur itu apa maksudnya.”jelas Suworo. selaku ketua RT lingkungan concrong kepada awak faktanews.co.id ketika ditemui dirumahnya.(2/05/19)

Dugaan Putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi dalam proses eksekusi yang di nilai cacat hukum, mengingat dalam putusan tersebut obyek yang menjadi sengketa adalah persil 97 dengan luasan 3.400 m² sementara obyek yang di tempati warga adalah persil 98 yang mana rumah warga yang berada di persil 98 tersebut sudah bersertifikat.

Yon sebagai salah satu pihak tergugat mengatakan, bahwa apa yang dituntut dan fakta dilapangan sangat jelas berbeda.

“kejanggalan tuntutan dari penggugat sangat jelas dari materi gugatan persil 97 dengan luasan 3.450 M2, padahal dalam putusan pengadilan mengabulkan persil 97 dengan luasan 6.350,”kata kakek berusia 62 tahun kepada faktanews.co.id.

Hingga berita ini diunggah,tampak warga berkerumun disekitar lingkungan yang menjadi objek sengketa guna mempertahankan apa yang menjadi haknya,dan juga tidak nampaknya tim eksekusi yang dijadwalkan hari ini.(her/kin).

Komentar

comments

Tagged with