Pemeriksaan Dugaan Tarian ‘Erotis’ Sudah Lengkap

Pemeriksaan Dugaan Tarian ‘Erotis’ Sudah Lengkap

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)-Polisi belum menemukan adanya unsur pidana dalam dugaan pornografi ataupun pornoaksi terkait para gadis berpakaian minim melakukan tarian ‘erotis’ dalam pameran modifikasi digedung wanita beberapa waktu lalu.

Kapolsek Banyuwangi Kota Akp Ali masduki saat di temui awak media mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan kepada sejumlah pihak dan pemeriksaan Polsek kota sejauh ini sudah lengkap.

“Sejauh ini pemeriksaan sudah lengkap sampai ke pemilik EO pun hadir saat di periksa di Polsek Kota, dan masih terus mendalami permasalahan ini, sementara ini belum ada unsur pidananya ,” kata Kepolsek Banyuwangi Kota, AKP Ali Masduki, (20/4/2018).

Seperti diketahui, tarian yang dinilai erotis dalam Acara pameran dan modifikasi mobil digelar dari tanggal 31 Maret-1 April 2018 beberapa waktu yang lalu di gedung Wanita Paramitha Kencana milik Pemerintah Daerah Banyuwangi itu berujung reaksi sejumlah elemen dari anggota DPRD Banyuwangi, Aktivis pemuda, hingga elemen Ormas Agama.

Ini terkait dalam acara itu Gadis-gadis dengan pakaian minim naik panggung menari nungging diatas panggung.

Didepan pentas penonton yang kegirangan ada yang tangannya berusaha menyentuh dan sambil mengeluarkan kamera ponsel untuk mengabadikan.

Belum ada kejelasan apakah pihak penyelenggara sudah mempertimbangkan batasan-batasan norma dan Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata (Kadispar) Banyuwangi mengaku demi menjaga citra wisata Banyuwangi yang beretika dan santun, pihaknya telah melaporkan kepada polisi karena tarian ‘erotis” dengan sejumlah hadiah bagi penari yang voting tertinggi tersebut.

Apalagi tarian itu, tidak ada dalam dalam klausul ijin dari pihaknya.

Dalam perkembangannya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) M.Yanuar Bramuda mengatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan proses hukumnya karena itu merupakan kewenangan polisi.

Lebih jauh Bram menjelaskan, penyelenggara acara tersebut sudah melakukan permintaan maaf.

“pihak EO IAM sudah meminta maaf kepada kami dan masyarakat Banyuwangi pada umumnya, dan itu akan menjadi catatan bagi saya jika hendak mengadakan lagi di Banyuwangi akan menjadi pertimbangan, ” jelasnya. (ris/kin).

Komentar

comments

Tagged with