Pekan Depan Pembacaan Pembelaan 4 Tsk Korupsi Bansos Diknas Banyuwangi

korupsiFaktanews.co.id- (Banyuwangi)- Selasa (14/4) pekan depan agenda pembacaan pledoi dari tersangka korupsi bansos diknas pendidikan Banyuwangi yang sedang bergulir di gedung Pengadilan Tipikor Surabaya. Majelis hakim Sidang di pengadilan tipikor diketuai oleh Jalili SH. telah menghadirkan 36 saksi.

Setelah beberapa kali sidang, Empat tersangka korupsi hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengumpulan fee swakelola APBN-P 2014, tanggal 7 april kemarin akhirnya menghadapi tuntutan.

Jaksa penuntut yang diketuai oleh Kasipidsus kejaksaan negeri (Kejari) Banyuwangi M. Arief Abdillah SH. menuntut mereka masing=masing 1,8 tahun dan 1,6 tahun penjara. Pasal yang digunakan pasal 15 jo pasal 3. UU 31 tahun 1999 yang di ubah tahun 2001.

Secara rinci tuntutan jaksa untuk Plt.kabid Sapras Diknas Banyuwangi, Lukman ST di tuntut 1,8 tahun, denda 50 juta subsider 4 bulan. Kasek SDN 9 Kalibaru Wetan selaku koordinator pengumpulan fei Ririn Puji Lestari dituntut hukuman dan denda sama namun yang bersangkutan harus pula mengembalikan dana yang telah dia terima sebesar 65 juta untuk dikembalikan kepada negara.

Sementara tuntutan 1, 6 tahun dan denda 50 juta subsider 4 tahun dikenakan kepada Kepala UPTD Kalibaru Ahmad Munir Spd.Mpd dan Ahmad Farid alias Mamak berperan selaku pengamanan.

Tuntutan jaksa merupakan bagian dari proses hukum hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Kejari Banyuwangi 9 September 2014 lalu.

Peran Ririn Puji Lestari selaku koordinator pengumpulan fei 21 para kasek sekolah dasar di Banyuwangi yang menerima dana bantuan rehabilitasi sekolah total sebesar Rp 4,8 Milyar.

Fei tiap sekokah dikenakan 10% dari jumlah angggaran yang diterima sekolah, yang terbagi untuk oknum-oknum tertentu. Namun tidak semua sekolah menyepakati atau membayar

Dalam skenario, fei disetorkan kepada tersangka Ahmad Munir yang saat itu menjabat ka. UPTD Kalibaru, sementara Mamak yang ikut tertangkap bersama kedua tersangka berlabel selaku pengamanan pengumpulan fei tersebut.

Dalam perkembangannya proses hukum, seluruh jumlah fei dirampas negara. Kasi Pidsus Kejari Banyuwangi Arief Abdillah, SH. Mengatakan, tuntutan kepada pelaku di sesuaikan dalam perannya dalam dugaan korupsi pengumpulan fee dana pendidikan swakelola APBN-P 2014.

“kita tuntut berdasar nilai-nilai norma keadilan, kalau fei kita rampas di setorkan kepada negara, bagaimana nanti putusan hakim kita menunggu saja,” katanya.

Lebih jauh Arief berharap, dalam persidangan akan semakin terkuak secara keseluruhan modus korupsi yang melingkupi kasus tersebut, siapa saja sebenarnya pelakunya. (makin).

Komentar

comments

Tagged with