Pasca Mahasiswa Sakit Positif Corona, Warga Perketat Masuk Kesilir

Faktanews.co.id- Menyusul ditetapkannya satu pasien positif covid-19 (Corona) warga dari Kecamatan Siliragung, sejumlah warga sekitar melakukan langkah menjaga dan memperketat hilir mudik orang.

Warga memberi penghalang pada setiap perempatan sekitar batas Siliragung dan Kesilir Krajan sejak Senen 25 Mei 2020 kemarin.

Diketahui, positif corona  no 07 EV beralamat desa kesilir, dusun sumber bening, tepatnya sebelah timur tugu batas desa kesilir krajan dan Siliragung.

Upaya ini merupakan sikap terbalik masyarakat sekitar sebelumnya yang terkesan acuh tak acuh namun menyusul Ev warga desa kesilir dinyatakan positif Covid-19 tersebut,  sikap masyarakat berubah menjadi lebih peduli terhadap pandemi ini.

Dalam keseharian kebanyakan mereka juga menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun.

Aksi lockdown ini diharapkan bisa mencegah penyebar luasan penyebaran virus covid-19, serta membantu kinerja tenaga medis untuk memantau situasi dan kondisi ODP dan PDP ataupun Positif Covid-19 serta tindakan medis lainnya.

Informasi pada redaksi, Ev masih berstatus masih berumur 24 tahun, berstatus  mahasiswa salah satu universitas di Banyuwangi.

“Kita Lockdown, kita membatasi pergerakan warga keluar masuk area dan memperketat keluar masuknya warga luar yang tidak dikenal,”kata pemuda setempat.

Kepala puskesmas Siliragung Dr Y Rony Satrio mengatakan, di musim pandemi seperti saat ini, perlu adanya kepedulian seluruh aspek masyarakat dalam ikut serta membatasi pergerakan.

Masyarakat bisa berpartisipasi turut memantau setiap kejadian, bila dirasa ada yang dirasa mencurigakan, harap segera melapor kepada covid rescue atau dinas kesehatan daerah setempat.

“Sikap masyarakat adalah sebuah wujud kepedulian,”katanya,(27/5/20).

Sebelumnya diberitakan, Jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 7 orang pada tanggal 25 Mei 2020.

Pasien 07 ini berinisial Ev warga Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung,  Banyuwangi yang selama ini rutin berobat ke Surabaya karena penyakit tertentu.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono (Rio) mengatakan, Pasien nomor 07 ini mempunyai penyakit yang sejak 2018 mengharuskan yang bersangkutan berobat rutin ke Surabaya.

Menurut Rio, sejak 2018, pasien ini berobat rutin ke RS Airlangga Surabaya. Pada periode Februari-Maret 2020, sudah 3 kali kontrol ke Surabaya.

Pada 23 April, pasien sempat dirawat inap di RS Airlangga Surabaya.

Rio menjelaskan, pada 18 Mei lalu,  pasien dibawa ke IGD RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk dilakukan suatu tindakan medis guna penanganan penyakitnya tersebut.

Karena masa pandemi, maka prosedurnya dilakukan tes terkait Covid-19. Dilakukanlah uji swab, dan diketahui hasilnya positif.

“Pasien 07 tersebut saat ini masih dirawat di RSUD dr. Soetomo Surabaya,” jelas Rio,Senin (25/5/2020).

Meski pasien di Surabaya, Gugus Tugas Covid 19 Banyuwangi tetap akan melakukan tracing kepada kontak dekat pasien.

“Kami lakukan tracing dan rapid test, juga uji swab sesuai protokol Covid-19,” pungkasnya.(ndu/kin).

Komentar

comments