Pasangan Cerai Banyuwangi Cenderung Menurun, Pengaju Poligami Relatif Kecil

Pasangan Cerai Banyuwangi Cenderung Menurun, Pengaju Poligami Relatif Kecil

Faktanews.co.id.- Angka perceraian pasangan suami istri warga Banyuwangi tergolong masih cukup tinggi.

Untuk itu jangan heran tiap hari aktif, Pengadilan Agama Banyuwangi selalu di padati pengunjung dari pihak-pihak terkait perceraian.

Meski demikian, mengacu perbandingan tahun sebelumnya, perkara perceraian yang diterima Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi angkanya cenderung menurun.

Belum ada catatan pasti, apakah penurunan perceraian ini karena dampak positif salah satunya ekonomi Banyuwangi yang sedang beranjak naik.

Menurut catatan PA Banyuwangi, pada tahun 2016 terdapat 7.525 kasus perceraian dan sudah diselesaikan 7.056 kasus.

Sementara itu Tahun 2017 perkara ada 6.900 kasus perceraian.

Menurut data PA, untuk skala nasional di tahun 2017 sampai awal 2018, Banyuwangi berada di peringkat ke-7 di bawah Kabupaten tetangga yaitu Jember yang berada di peringkat ke-6.

Sedangkan untuk Skala Jawa Timur, Banyuwangi berada di urutan ke-4 jumlah kasus perceraian.

Humas Pengadilan Agama Banyuwangi, Drs. Amroni MH, mengatakan kepada faktanews.co.id.

Selain menangani perkara perceraian, PA juga menangani pengajuan poligami walau hal itu relatif kecil.

Lebih jauh jelas Amroni, angka tinggi perceraian dipengaruhi ekonomi dan pernikahan dengan pendidikan rendah.

“Faktor penyebab terjadinya perceraian di Banyuwangi pada tahun 2017 yang paling menonjol adalah permasalahan faktor ekonomi, tidak ada keharmonisan rumah tangga, saling meninggalkan karena sudah tidak ada kecocokan, Perselingkuhan dan KDRT,”ungkapnya,(26/1/2018).

Yang terpenting dalam hal ini, pemerintah melakukan pelayanan secara maksimal.

“Untuk proses pendaftaran perceraian bisa melalui via online. Tetapi, kalau untuk pengambilan akte cerai harus diambil sendiri di pengadilan yang memutuskan. “Seandainya tidak bisa diambil sendiri bisa di kuasakan kepada pengacaranya,” imbuhnya.(ver/kin).

Komentar

comments

Tagged with