PAN Sesalkan Tarian Erotis Digedung Wanita, Kadisparta Laporkan Penyelenggara Pameran Mobil

PAN Sesalkan Tarian Erotis Digedung Wanita, Kadisparta Laporkan Penyelenggara Pameran Mobil

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Banyuwangi, M.Yanuar Bramuda mengakui telah melaporkan penyelenggara pameran dan modifikasi mobil yang diselenggarakan 31 Maret hingga 1 April 2018.

Pernyataan Bramuda ini berkaitan dengan adanya tarian erotis ditengah ajang tersebut.

“Langsung malam itu juga kami laporkan ke polisi,”kata Bram kepada Faktanews.co.id.(2/4/2018).

Menurut Bram, sebelumnya tidak ada pemberitahuan apapun dari penyelenggara bila ajang pameran modifikasi mobil yang memanfaatkan Gedung Wanita Paramita Kencana Banyuwangi Jawa Timur itu akan dihibur music DJ dengan beberapa tampilan gadis berbaju minim melakukan tarian erotis.

“Karena ijin, penyelenggaranya tidak sesuai dengan fakta,”geram Bram menyesalkan kejadian tarian erotis tersebut.

Sementara belum ada komentar dari Ketua DPRD Banyuwangi, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Sugiharto menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut.

Menurutnya hal itu tidak perlu terjadi bila pihak terkait perlu waspadai agenda sejenis.

“Kami sangat menyesal itu bisa terjadi, kita juga perlu menanyakan sejauh mana pihak yang memberikan ijin penyelenggaraan kok bisa kecolongan,”katanya.

Apalagi hal itu terjadi digedung wanita milik pemerintah.

“Tarian (erotis) itu sangat merendahkan marwah perempuan dan disesalkan diperagakan digedung Wanita,”ungkapnya prihatin.

Seperti diketahui, pengunjung pameran dan modifikasi mobil dipanggung terbuka Minggu malam (1/4/2018) bersorak sorai disuguhi tontonan tarian dewasa gratis.

Pengunjung utamanya kaum adam mendekati panggung untuk lebih dekat melihat tampilan gerakan seronok gadis-gadis dengan membelakangi melakukan tarian memancing syahwat.

Gadis-gadis dengan pakaian minim itu naik panggung menari nungging diatas panggung.

Didepan pentas penonton yang kegirangan ada yang tangannya berusaha menyentuh dan sambil mengeluarkan kamera ponsel untuk mengabadikan.

Belum ada kejelasan apakah pihak penyelenggara sudah mempertimbangkan batasan-batasan norma dan Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

“woow wooh bagus, lanjut,” kata Sr salah satu penonton kegirangan.

Sementara sebagian lainnya Penonton (wanita) Ibu mengurungkan niatnya masuk arena karena malu melihat mengajak pasangannya pulang.(kin).

Komentar

comments

Tagged with