Palsu SK Menkumham, Kasek SMK 17 Tegal Dlimo Akan Dipolisikan

Drs. Waridjan

Drs. Waridjan.

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Kepala sekolah SMK 17 Agustus 1945 Tegal Dlimo terancam akan di pidanakan menyusul baru ditemukanya lampiran SK Menkumham PERPENAS yang diduga palsu guna pendukung keabsahan pengajuan lampiran pengajuan daftar mutasi siswa kelas.

Ironisnya pengajuan mutasi siswa kelas X dan XI tahun 2016 /2017 yang ditanda tangani oleh kasek SMK 17 Agustus 1945 tertanggal 17 Oktober 2016 baru lalu itu sudah terlanjur mendapatkan pengesahan baik dari pegawas SMK maupun kepala dinas pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono.

Data yang diterima Faktanews.co.id. SK Menkumham secara keseluruhan sama persis baik isi maupun penataan nomor surat, susunan kata, kalimat maupun penetapannya, Begitu pula yang bertanda tangan dalam sk tersebut DR. Aidir Amin Daud SH.MH tertanggal sama-sama 20 Desember 2010.

SK Tersebut terkait pengesahan akta pendirian perkumpulan gema pendidikan nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Pembedanya dalam lampiran pengajuan daftar mutasi siswa kelas tersebut SK MENKUMHAM tersebut dibawah kop menkumham tertera  SMK 17 Agustus 1945 Tegal Dlimo.

“SK Menkumham itu ditujukan kepada PERPENAS, aslinya saya punya kok, dan tidak ada tertulis  SMK 17 Agustus 1945 Tegal Dlimo,” kata ketua Perpenas Drs. Waridjan diwawancarai secar eksklusif.

Menurut Waridjan bukti – bukti tentang Sk MENKUMHAM terkait pengesahan Perpenas tersebut baik yang asli maupun yang dipalsukan saat ini sedang dikoordinasikan untuk ditindaklanjuti untuk dibawa kepada langkah hukum.

“dia jadi kepala sekolah tanggal 2 oktober 2014 lalu saya yang mengangkat. Lo kok bisa-bisanya malah SK. Menkumham kok malah dipalsukan, ini sudah saya pegang semuanya, karena ini menyangkut surat otentik saya pastikan akan saya laporkan kepada polisi,” katanya (2/10).

Bahkan dalam surat tersebut juga dilampirkan juga Foto Cofy Surat pengesahan Yayasan Pendidikan Nasional (YAPENAS) 17 Agustus 1945 yang diketuai Amboro Supiyono.  (AS. YONO).

Informasi yang berkembang terkait lampiran sk menkumham yang diduga dipalsukan itu dilakukan oleh tiga kepala sekolah lainnya yang berlabel 17 SMK 17 Agustus 1945 di Banyuwangi.

Kepala sekolah SMK 17 Agustus 1945 Tegal Dlimo beberapa kali tidak bisa Dikonfirmasi, Sementara bendahara SMK 17 Agustus 1945 Tegal Dlimo Sumarno tak bisa komentar banyak mengenai hal tersebut.

“itu urusan Perpenas bukan urusan sekolah,” katanya menghindar. Ditanya hal ini dilakukan oleh Sekolah bukan PERPENAS. Sumarno berupaya mengalihkan pembicaraan.

Dipihak lain Sekretarsi PERPENAS Sutopo berharap persoalan ini tidak di beritakan oleh wartawan. “ jangan diberitakan mas, saya hubungi dulu kepala sekolah,” katanya. (makin).

Komentar

comments