Pajak Rokok Jatim 100 triliun Untuk Pusat, 6,1 juta Orang Kerja Rokok

SukarwoFaktanews.co.id.-  Jika rumor kenaikan harga rokok benar, hampir bisa dipastikan, Pendapatan pajak rokok akan menurun drastis. sementara pengangguran yang belum teratasi semakin meningkatkan menyusul PHK massal  yang disebabkan bangkrutnya industri rokok karena permintaan menurun.

Hal terjadi secara nasional termasuk Jatim, Ketua Komisi C DPRD Jatim, Thoriqul Haq mengungkapkan setiap tahun Pemprov Jatim mendapatkan pajak dari rokok rata-rata diatas Rp 1 triliun. Bahkan, tahun 2016 ini pihaknya menarget bisa meraup pendapatan dari pajak rokok mencapai Rp 1,7 triliun.

“Kenaikan harga rokok itu akan berefek multidimensi, tentu akan berakibat yang lebih panjang. Karenanya kami minta agar wacana itu dipertimbangkan kembali,” kata Thoriq, Senin (22/08/2016).

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, usulan kenaikan harga rokok hingga Rp 50 ribu guna target pendapatan pajak dianggap sebagai kebijakan prematur yang harus dikaji kembali.

Alasan menaikkan harga rokok misalkan untuk mencegah anak agar tidak merokok, juga dinilai tidak efektif.

Menurut Karwo, pendapatan daerah dari cukai rokok sudah cukup tinggi, dalam penyerapan tenaga kerja, saat ini tercatat sekitar 6,1 juta orang di Jatim yang menggantungkan hidupnya dari rokok.

Provinsi Jawa Timur mendapatkan sumbangan dari cukai rokok hingga Rp 2,2 triliun, yang kemudian dibagi sebesar 30 persen untuk pemerintah provinsi dan sisanya untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Sumbangan cukai dari Jatim ke pusat sebenarnya mencapai Rp 100 triliun, tapi yang turun ke Jatim Rp 2,2 triliun,” jelasnya. (li/ed/hay).

Komentar

comments

Tagged with