Pacaran Kebablasan, Terlanjur Dilaporkan Polisi Baru Sanggup Nikahi ABG Yang Hamil

Pacaran Kebablasan, Terlanjur Dilaporkan Polisi Baru Sanggup Nikahi ABG Yang Hamil

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Risqi Agung Kurniawan (18), pemuda asal Desa Tamanagung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi terpaksa harus berurusan dengan aparat Reskrim setempat dan harus masuk dalam tahanan.

Pemuda drop out sekolah itu terbukti telah menghamili bunga (nama samaran) seorang siswi sebuah SMA yang masih berusia 16.

Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madreas melalui Kanitreskrim Ipda Sadimun mengatakan, proses penahanan Risqi dilakukan usai penangkapan jajaran polisi di rumah pelaku pada Rabu 31 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.

Riski tidak diperkenankan pulang kerumah seusai menjalani pemeriksaan menyandang status tersangka.

Perkenalan tersangka dengan korban sendiri terjadi pada Desember 2017 lalu.

Pertemuan singkat berlanjut menjelang Tahun Baru 2018. Tersangka menghubungi korban, lalu dijemput dan diajak jalan-jalan dan berakhir di kamar tersangka.

“Di situlah persetubuhan pertama terjadi,” lanjut Kanitreskrim Ipda Sadimun.

Januari 2018 sekitar jam 21.00 WIB, tersangka kembali datang ke rumah korban. Di lokasi itulah pergumulan terlarang kembali terulang.

Cerita pun berlanjut medio Juni 2018. Pukul 22.00 WIB, korban Bunga dijemput tersangka dikediamannya untuk diajak menikmati angin malam di luaran. Kali ini hubungan badan tak halal bagi pasangan yang belum sah pun berlangsung di sebuah kebun masuk Desa Benculuk.

“Pada Agustus 2018 di waktu malam pula tersangka membawa korban bermalam di sebuah penginapan diwilayah Glenmore. Usai dicekoki miras, lantas diperdaya lagi. Persetubuhan yang berulang – ulang mengakibatkan korban kini hamil 8 bulan,” ungkap Sadimun.

Tersangka Risqi Agung Kurniawan, hanyalah pacar yang sempat menjalin kasih selama hampir 10 bulan.

“Korban sempat meminta pertanggungjawaban tersangka agar dinikahi secara sah. Namun sampai akhir Oktober 2018 tak ada ujungnya juga,” terang Ipda Sadimun.

Nah, setelah diproses hukum, pihak tersangka baru berujar siap menikahi korban. Tentu itu tidak dapat menggugurkan penanganan perkara yang kini tengah berjalan.

“Dua pasal kita jeratkan kepada tersangka Risqi, yaitu UU RI No. 35 Tahun 2014, yakni pasal 74 junto pasal 81 ayat 1 dan 2 tentang perlindungan anak,” papar Kanit Ipda Sadimun, Kamis (1/11/18).

Sementara itu, Pendidikan di bangku SMA terpaksa ditinggalkan Bunga (korban) sebelum tamat. Karena kandungannya yang terus membesar membuat ia harus mengambil keputusan sepihak.

Terlebih statusnya selaku korban pelapor atas dugaan tindakan persetubuhan di bawah umur berujung kini hamil usia 8 bulan.

Sementara calon ayah dari anak yang nanti bakal dilahirkan tidak berada di sisinya karena harus menempuh pendidikan didalam rumah tahanan, akibat proses huku berjalan.

Persiapan kelahiran jabang bayinya Bunga pun, praktis hanya didampingi orang tuanya.

Keterangan lain Kanitreskrim Ipda Sadimun, selain belum menikah resmi,

“Sebelumnya korban didampingi orang tuanya melapor ke polsek. Setelah kita dalami, didapati kehamilan korban akibat perbuatan sang kekasih,” pungkasnya.(id/kin).

Komentar

comments

Tagged with