Operasi Kemanusiaan Gempa Di Lombok, Polri Berangkat Empat SSK dan Tim Kesehatan

Operasi Kemanusiaan Gempa Di Lombok, Polri Berangkat Empat SSK dan Tim Kesehatan

Faktanews.co.id.- Polri telah memberangkatkan 460 personel menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Senin (6/8) pagi ini.

Empat SSK (400 anggota polri) terdiri atas dua SSK anggota Brimob dan dua SSK dari Polda Jatim. 

Anggota Polri ini diberangkatkan untuk perbantuan proses evakuasi korban akibat gempa yang terjadi di Lombok, yang terjadi pada minggu (5/8) kemarin.

“Kami kirim empat SSK dan lima tim kesehatan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal, kepada media, Senin (6/8).

Polri juga membawa dua helikopter untuk membantu mempercepat proses evakuasi. Mengingat banyaknya bangunan yang roboh akibat gempa dengan kekuatan 6,5 SR dan 7 SR serta 49 gempa susulan lainnya mengguncang Lombok.

“Kami akan melakukan operasi kemanusiaan di sana,” rinci Iqbal.

Sedangkan untuk tim kesehatan, Polri juga mengirimkan sebanyak 60 orang yang terbagi dalam lima tim. Mereka juga membawa berbagai macam peralatan medis, logistik, dan obat-obatan.

“Tim sudah dilepas oleh Asops Kapolri hari ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk Polda NTB, Iqbal mengatakan, sudah berada di beberapa titik lokasi gempa untuk lebih dulu memberikan bantuan.

Informasi terkini, gempa di Lombok Timur dan Lombok Utara telah menewaskan korban hingga 91 orang luka berat 209 luka berat akibat Gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) yang sempat membuat Lombok gelap gulita.

Akibat gempa di Lombok yang juga di ikuti 139 gempa susulan itu, Suasana mencekam pun terjadi saat air laut naik dan aliran listrik diputus. Masyarakat dan para wisatawan berbondong-bondong menuju dataran yang lebih tinggi untuk mengungsi menyelamatkan diri.

“dari data semalam Gempa diikuti 139 gempa susulan itu,”kata kepala BMKG, Rahmat Triyono

BMKG sempat memberikan peringatan dini deteksi tsunami, saat gempa mengguncang tanah Lombok dengan kekuatan 7 SR. namub tak berselang lama seperti dikutip media, BMKG kembali memberikan informasi peringatan dini tsunami telah dihentikan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajarannya terutama Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholder menangani dampak gempa yang terjadi di Lombok, Ahad (5/8). “Tadi malam saya sudah memerintahkan ke Menkopolhukam untuk koordinasi seluruh jajaran terkait dengan ini, baik TNI, Polri, Pemda NTB dan lain-lain agar penanganan gempa bisa dilakukan secepat-cepatnya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah melakukan Peninjauan Kesiapan Infrastruktur Asian Games XVIII – 2018 di Venue Asian Games TMII Jakarta, Senin (6/8). (re/hay).

Komentar

comments