Ongkos Buat Sirap Kecamatan Dari Uang Jual Kayu Tebangan Sepadan Jalan 

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Penebangan 9 batang kayu Trembesi dan Nyamplung disepadan jalan di wilayah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi yang awal permohonan warga untuk perempesan.

Terkait penebangan, penjualan kayu untuk ganti ongkos tebang serta pemanfaatan dominan atas perintah Camat Pesanggaran yang Sugiyo Darmawan.

Poniran pelaksana penebangan mengatakan, apa dia kerjakan diperintah oleh camat Pesanggaran untuk melakukan penebangan dengan ongkos diberi rencek, pohon nyamplung dan dua pohon trembesi.

Lebih jauh Poniran juga mengakui jika pohon nyamplung sudah dijualnya kepada seseorang di sekitar Kecamatan Muncar, hasil penjualan digunakan untuk membayar upah tenaga tebang.

Selain itu Kata Poniran Camat Sugiyo meminta dibuatkan sirap dari kayu hasil tebangan sedangkan ongkos pembuatan sirap tiap kubuk Rp.700 ribu ditanggung dirinya.

“Tiga pohon trembesi sisanya diminta Pak camat untuk dibuatkan sirap bahan meja, Pak camat tahunya bersih sudah diantar kerumahnya,” terang Poniran dilokasi penebangan.

Dikonfirmasi, Camat Pesanggaran Sugiyo Darmawan tak menampik ada penebangan 9 batang pohon terdiri dari 5 pohon trembesi dan 4 pohon nyamplung dan itu juga berdasarkan surat permohonan warga yang disampaikan ke kepala desa Sumbermulyo.

“Yang Pertama penebangan itu merupakan permohonan warga sekitar kepada kades.

Oleh warga tersebut dianggap membahayakan pengguna jalan dan rumah sekitar.

“Dengan dasar itu maka kami membuat permohonan ijin penebangan ke dinas PU, adanya pemberian izin dari dinas maka kami lakukan penebangan,”jelas Sugiyo,(14/5).

Dari penebangan itu, pihaknya mengaku menyediakan pengganti sebanyak 110 bibit pohon yang nantinya akan akan ditanam pada tempat kayu yang ditebang serta tempat lain di Kecamatan Pesanggaran.

Terkait biaya operasional penebangan pohon itu diakui Sugiyo sangat mahal, sedangkan Kecamatan tidak menyediakan anggaran termasuk biaya membuat sirap bahan meja yang dipesannya.

“Sirap itu nanti akan digunakan sebagai gazebo Mantor Kecamatan Pesanggaran, karena selama ini kita belum pernah menganggarkan untuk buat gazebo,” katanya.

Ditempat terpisah, Budi Santoso selaku ketua Pokmas Sumbermulyo menyebutkan jika isi permohonan warga sebenarnya hanya dilakukan perempesan, bukan penebangan.

“Kita hanya mengirim surat permohonan perempesan, tapi kenapa kemudian camat malah membuat surat sendiri untuk penebangan”, ujar Budi Santoso.(ji/kin).

Komentar

comments