Oknum PNS PU Binamarga Pemicu Kisruh Singonegaran Hanya Dihukum Percobaan. Pelapor Banding

Oknum PNS PU Binamarga Pemicu Kisruh Singonegaran Hanya Dihukum Percobaan. Pelapor Banding

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Asmu’i PNS PU Binamarga, Cipta karya dan Tata Ruang Banyuwangi, Otak persoalan kisruhnya Kelurahan Singonegaran hari ini diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri, Kamis,(26/4/2018).

Terdakwa terbukti melakukan hujatan kata-kata kotor Asu, Bajingan, Koruptor, licik, mendorong dan berlanjut memprovokasi warga untuk mengintimidasi bergerombol dirumah pelapor yang dipimpin oleh Atim.

Motifnya hampir sama saat terdakwa Asmu’i memaksakan penguasaan lapangan fasum lapangan diarea tanah stren dibelakang Kelurahan Singonegaran Banyuwangi yang sudah dilarang Dinas Pengairan untuk Gantangan Burung miliknya dkk.

Saat itu Asmui menggunakan kepanjangan tangan menjebak beberapa pihak termasuk Lurah Singonegaran waktu itu Ahmad Subhan, Kantibmas yang masih kolegakanya Bripka Adi Perdana, untuk mentarget Hayatul Makin ketua RW pilihan langsung masyarakat yang menyisakan waktu 2 bulan tugasnya diberhentikan dan diakhiri Euforia namun surat kontroversial dan tendensius pemberhentian RW itu akhirnya dibatalkan PTUN Maret 2016 lalu.

Hebatnya meski putusan PTUN sudah incrah (mempunyai kekuatan hukum tetap) pihak pemerintah tak berkutik membiarkan, Euforia semakin menjadi-jadi membuat masyarakat takut bersuara, pokok masalah lapangan fasum olah raga masyarakat diarea tanah stren yang sudah dilarang Dinas Pengairan untuk Gantangan Burung miliknya dkk tetap dikuasai bahkan kini aktivitas hingga larut malam tanpa ada yang berani menyentuh.

Kali ini dalam sidang sejumlah pengunjung dan Hakim yang memimpin sidang sempat geleng – geleng kepala dan heran mendengar cara Asmu’i mengelak dari dakwaan.

Pasalnya selain Asmu’i menghubungkan kasus ini dengan menyebut Kepala Dinas tempat dia bekerja (PU Buna Marga Cipta Karya), Asmui juga berusaha menghindar dan mengaku yang menghujat dengan kata-kata kotor serta menuding-nuding Korupsi Hayatul Makin didepan anggota pengajian di Mushola juga orang lain Wahidayati yang tak lain istri terdakwa sendiri.

Dalam kasus ini Asmu’i diancam pasal 315 dengan ancaman hukuman penjara 4 bulan dua minggu.

“saat kejadian itu di pengajian Rutin RT.02 Pak Makin memberikan laporan kegiatan Agustusan di Musholla, Pak Makin tiba-tiba didatangi ditunjuk-tunjuk pakai tangan kurang ajar kruptor, Asu, Bajingan kemudian didorong Asmu’i untung masih ditahan Pak Surahman,” kata saksi Hariyono.

Hal hampir senada disampaikan saksi lain.

“Selain dihujat Istri Pak Asmu’i, Pak Makin dihujat dengan kata Korupsi, Licik dan kata kalimat kotor lainnya kemudian didorong Pak Asmui,  kemudian beberapa orang bergerombol didepan rumah pak Makin,”ungkap Jaya yang bertempat tinggal bersebelahan dengan Pelapor.

Sementara itu 3 saksi lain Surahman, Kadir, Fathur Rohman mengungkap hal hampir sama.

“Asmu’i juga ngomong Pak Makin Licik Saya yang menahan Pak Makin biar tidak jatuh karena didorong Asmu’i,” kata Saksi Surahman.

Satu saksi lain yang awalnya mengaku lupa kejadian itu, akhirnya juga tak bisa mengelak mengakui kejadian tak pantas itu.

Hakim pimpinan sidang Wayan S SH, yang sempat beberapa kali memberikan teguran kepada terdakwa Asmu’i tersebut akhirnya menilai terdakwa terbukti bersalah,  Namun Asmu’i beruntung hanya dihukum ringan.

“Terdakwa terbukti bersalah, dihukum 1 bulan penjara percobaan tiga bulan dan harus membayar denda,”kata Wayan (26/4/2018).

Dengan vonis itu maka bila terdakwa melakukan pidana lagi dalam selang kurun waktu 3 bulan maka hukuman terdakwa 1 bulan efektif berlaku dan ditambahkan hukuman pidana terbaru.

Selain itu selama kurun waktu 3 bulan Asmu’i wajib lapor ke Polres Banyuwangi.

Sementara itu, Misnadi SH Salah satu kuasa hukum Hayatul Makin menyatakan kliennya akan banding.

Karena fakta sidang sudah membuktikan terdakwa bersalah menghujat dengan kata-kata kotor, mendorong hingga hampir jatuh serta mendinamisir mengintimidasi mestinya maka hukuman pidana (penjara) pantas diterima terdakwa.

“karena terbukti bersalah tapi hanya dihukum percobaan, kita pertimbangkan banding,”kata Misnadi. (ver).

Komentar

comments

Tagged with