FAKTANEWS
faktanews

Nenek Ini Hidup Sebatang Kara Dengan Rumah Reot

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)- Jaelah Warga Lingkungan Kopenbayah RT 01/04, Kelurahan Giri, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi tetap tabah hidup sebatang kara dan serba kekurangan.

Tak punya anak, janda berusia 70 tahun tinggal sendiri setelah sang suami meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Saat ini, dia masih menempati rumah berdinding gedek (dari anyaman bambu) sebagian sudah terdapat lobang.

Mempertegas kehidupan miskin nenek Jaelah, Rumah berukuran kecil layaknya disebut gubuk itu, kayu penyanggahnya pun keropos akibat bocor air hujan dan dimakan rayap.

Sementara, lantai rumahnya masih utuh dari tanah sesekali dibersihkan dengan sapu lidi.

“Yugo kulo pejah wakdal alit (anak saya meninggal waktu dia masih kecil),” kata nenek ini mengawali pembicaraan dengan bahasa osing kepada wartawan, Senin (15/1/2018).

Disudut belakang ruangan nenek biasa dipanggil mbah lah ini, terdapat dapur terbuat dari tanah liat.

Sementara dinding gedeknya nampak hitam bekas asap kayu bakar yang dia gunakan untuk memasak.

Tempat tidur ranjang nenek Jaelah terbuat dari bambu, berkasur lusuh dan sebuah bantal, disekitar ranjangnya jaring laba-laba memenuhi langit kamar.

Di samping kanan ranjang, ada dua tungku dan setumpuk kayu bakar.

“Kulo tilem teng ngeriki (saya tidur disini),”ungkapnya.

Menurut Abdul warga sekitar, untuk makan sehari-hari nenek Jaelah sering diberi tetangga, kadang berupa uang sekedarnya, nasi maupun lauk.

“Alhamdulillah, enten mawon tiang hang nyokani yotro (masih ada yang memberi uang). enten seng nyokani sekul (ada yang memberi nasi),” ungkap Abdul. (kin).

Komentar

comments