Meski Sempat Kepung Gedung Dewan, Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Berjalan Damai

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Sebelum akhirnya membubarkan diri siang hari peserta unjuk rasa ribuan Mahasiswa serta elemen lain di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur,  sempat mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi,Senin (12/10/20).

Tolak UU Cipta Kerja, Ribuan Massa Kepung Kantor DPRD Banyuwangi

Massa dan Mahasiswa Ngeluruk DPRD Banyuwangi, Senin (12/10/20).

Seperti pada didaerah lain sebelumnya aksi di Banyuwangi juga menyampaikan aspirasi menolak Omnibus law atau Undang-Undang Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR RI beberapa hari lalu karena dianggap merugikan kaum buruh.

Namun di Banyuwangi tidak seperti aksi yang terjadi didaerah lain sejak tanggal 6 hingga 8 Oktober kemarin lalubaksi yang diantaranya terjadi kericuhan dan pengrusakan fasilitas pemerintah.

Di Banyuwangi Massa yang mayoritas terdiri dari para mahasiswa berasal dari seluruh kampus yang ada di Banyuwangi ini hingga membubarkan diri sekitar pukul 12.50 WIB suasana lebih damai.

“Kami menolak Undang-Undang Omnibus Law,” teriak massa.
Pantauan dilapangan, hanya sesekali terjadi dorongan ketika Para demonstran meneriakkan pemerintah dan DPR tidak peka terhadap kondisi rakyat Indonesia. Sejumlah poster dan spanduk dibentangkan, bertuliskan kekecewaan dan ketidakpercayaan kepada legislatif itu, memaksa masuk gedung DPRD setempat.
Pagar kawat berduri yang dipasang di depan gerbang dewan seperti tak cukup mampu menghadang massa.

Hanya sedikit tanda mengarah kericuhan ketika Massa berdiri di sepanjang pagar berupaya mendorong gerbang diantaranya ada yang melempar botol kepada petugas.

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian sigap meredam emosi massa.

Masih dalam aksi, sejumlah massa ada yang membakar ban dan lempar air minum ke dalam DPRD Banyuwangi

Namun pengawalan ketat serta pendekatan, aparat kepolisian bisa meredam emosi massa hingga aksi menolak UU Cipta Kerja berakhir aman.

Kapolresta Banyuwangi, Arman Asmara Syarifudin yang nampak ada dalam kerumunan massa ikut mengawal dan mendekati pengunjuk rasa agar berjalan secara tertib.

Lebih jauh Arman menjelaskan pihaknya menurunkan 1.150 personil untuk mengamankan berjalan nya demo.

“Kita berbaur dengan para pengunjuk rasa dan berkomunikasi agar tidak terjadi hal yang negatif. Untuk adik – adik para pelajar dihimbau jangan ikut dalam aksi karena dalam Undang – undangnya tidak boleh. Banyuwangi damai,” terang Arman.(fre/yi/kin).

Komentar

comments