Meresahkan, Sebar Info Bohong Penculikan Anak, Tiga Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Tiga ibu rumah tangga diamankan Satreskrim Polresta Banyuwangi menyusul postingan terjadi penculikan anak namun setelah ditelusuri hanyalah hoax.

 

Ketiga ibu sudah menjadi tersangka RR dan TF, warga Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, sementara AR tercatat tinggal di-Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi.

Berawal adanya informasi/Berita dan video penculikan anak di sekolah digrup Whats’App Wali siswa.

“Kemudian oleh pelaku diupload di media sosial Facebook dengan nama akun anie anie,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK kepada wartawan saat Pres Conferrence di halaman Mapolresta Banyuwangi, Selasa (25/02/2020).

Dalam postingan Senin (24/02/2020) itu menurut Kapolres terdapat kalimat yang membuat warga menjadi resah menyusul akun tersebut mengaku penculikan sudah terjadi disekitar tempat tinggalnya.

“Waspadalah dengan penculikan anak, karena sudah merebak ke sekolah-sekolah, kebetulan terjadi sampai dengan di SD Kebalenan tempat tinggalku,” kata Kapolresta membacakan isi postingan para pelaku di akun Facebook-nya.

Polisi yang mendapat informasi, langsung melakukan penyelidikan, namun tidak ditemukan adanya kasus penculikan anak, yang cukup menggemparkan masyarakat di dunia maya tersebut.

“Setelah penyelidikan, Polisi tidak menemukan adanya kasus penculikan anak, kemudian polisi melakukan pengecekan lagi di Kebalenan, juga tidak ada. Ternyata informasi tersebut tidak benar atau hoax,” jelas Arman.

Tak ingin terus meresahkan masyarakat polisi menggali informasi dan menyelidiki pemilik akun yang menyebarkan kabar bohong tersebut, dan berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti tiga unit handphone milik para pelaku.

“Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti kita amankan di Polresta Banyuwangi untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dalam penelusuran, akun Anie Anie sempat memposting permintaan maaf akibat keresahan yang ditimbulkan.

Saat ini ke tiga pelaku penyebar hoax ini, dijerat dengan Pasal 28 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan pasal 14 UU RI No 1 tahun 46, tentang peraturan hukum pidana, diancam 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Ketiganya, mengaku hanya meneruskan informasi yang diterima tanpa mengecek kebenaran berita tersebut.

Dijelaskan Arman, motif pelaku sebenarnya adalah untuk memberi imbauan agar hati hati dan waspada terhadap kasus penculikan anak, tapi dengan cara yang salah dan melanggar hukum. postingan pelaku di akun Facebook-nya membuat masyarakat resah.

“Ketiga pelaku beserta barang bukti (tiga unit handphone milik para pelaku) kita amankan di Polresta Banyuwangi untuk penyidikan lebih lanjut,”Katanya.(int/kin).

Komentar

comments

Tagged with