Menteri Susi Di keluhkan Di Indonesia, Di Puji Luar Negeri.

Faktanews.co.id. (Jakarta)- Meski sikap tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiasti mendapat pengakuan dari luar negeri terkait pencurian ikan, namun disisi lain kebijakan Susi paling memberatkan dunia usaha dari pada menteri terkait ekonomi lainnya.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiasti

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiasti

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani, menyebut tak sedikit kebijakan yang dibuat Menteri wanita bertato ini Susi  memberatkan pengusaha.

Dicontohkan, salah satunya kebijakan moratorium yang dampaknya justru merugikan bukan hanya pengusaha saja tapi juga nelayan.

“Nelayan kita turun pendapatannya. Bahkan 80 persen nelayan kita itu menghadapi masalah. Dengan kebijakan moratorium ini yang terjadi malah peluangnya yang hilang, sampai saat ini saya enggak tahu kelanjutan moratorium ini,” tutur Haryadi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (9/5/2015).

Hariyadi bisa memahami karakteristik kepemimpinan Susi namun terkadang gaya kepemimpinan itu terkesan tidak mempertimbangkan seluruh aspek dalam mengambil keputusan.

“Memang style beliau enggak nyambung dengan kondisi yang dibutuhkan masyarakat. Kita lihat menteri yang style-nya sepreti itu kalau bukan ahlinya tunggu hancurnya saja. Ini hanya pandangan saya saja, haknya (reshuffle) masih milik Presiden,” kritiknya.

Sementara itu sebelumnya, Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan sempat didatangi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Amerika Serikat (AS), untuk menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilannya dalam melakukan pemberantasan IUU Fishing di Indonesia.

“Mereka bilang, Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat belum tentu bisa mengusir ribuan kapal dalam jangka waktu tiga sampai empat bulan. Lalu saya bilang, karena Anda tidak secerdik kita seperti kancil, dan yang larinya sangat cepat,” kelakar Susi di Ruang Rapat Gedung Mina Bahari I, Jakarta, (29/4) waktu itu. (oz/fn).

Komentar

comments

Tagged with