Menteri Agama Jelaskan Sholat Id Tetap Hindari Lonjakan Penularan Corona

Faktanews.co.id.- Menteri Agama (Menag) Jenderal TNI (purn) Fachrul Razi, S.IP., S.H., M.H. tegas meminta warga salat Idul Fitri dan beribadah sesuai UU Kekarantinaan Kesehatan.

Fachrul menyampaikan ditengah wabah Corona, lonjakan penularan diprediksi terjadi jika ada konsentrasi massa saat salat Idul Fitri.

Fachrul menyampaikan prediksi Badan Intelijen Negara (BIN) soal lonjakan penularan virus Corona (COVID-19).

“BIN memberikan prediksi, kalau kita masih melakukan salat Id di luar, maka akan terjadi pelonjakan angka penularan COVID-19 yang signifikan,” kata Fachrul.

Menag Fachrul mengatakan, masyarakat muslim untuk menghindari Konsentrasi Massa dimaksud adalah pelaksanaan salat Idul Fitri secara berjemaah di luar rumah seperti di lapangan.

Untuk itu, Fachrul meminta masyarakat menggelar salat Idul Fitri di rumah masing-masing bersama keluarga.

“Kalau tadinya saya hanya mengeluarkan imbauan untuk salat Id di rumah, saya akan tambahkan seperti Bapak Menko Polhukam tadi sesuai hasil rapat kabinet, hendaknya semua kita taat pada pembatasan kegiatan keagamaan maupun pembatasan kegiatan di tempat maupun di fasilitas umum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” kata Fachrul usai rapat terbatas seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (19/5/2020).

Fachrul mengatakan sesuai dengan UU Kekarantinaan Kesehatan, kegiatan keagamaan sebaiknya dilakukan di rumah sendiri. Ia juga meminta masyarakat taat untuk tidak berkegiatan di tempat umum.

“Hendaknya kita semua taat dengan aturan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 itu tentang Kekarantiaan Kewilayahan, yang antara lain berbicara tentang pembatasan kegiatan keagamaan dilakukan di dalam rumah sendiri bersama keluarga inti, kemudian pembatasan kegiatan di tempat atau di fasilitas umum. Jadi dua hal ini harus kita taati,” tegasnya.

Menurut Fachrul, permintaan agar warga salat Id di rumah itu didasarkan pada pertimbangan WHO dan prediksi BIN.

“Menurut beberapa informasi dari WHO, bahwa yang biasanya bisa mulai melakukan relaksasi itu kalau (angka penularan) di bahwa 1. Jadi kalau di bawah 1 baru mulai boleh berpikir untuk relaksasi. Tapi kalau masih di atas 1, masih di atas 1 nih, 1,11, maka memang tidak boleh relaksasi, harus tetap tepat,” ujar Fachrul.

Sementara itu, Sejumlah daerah telah mengeluarkan pengumuman yang mengizinkan warga Muslim salat Id di masjid namun dengan mengutamakan protokol kesehatan terkait Covid 19, Sosial Distancing physical Distancing yang biasa diterjemahkan dengan jaga jarak atau jaga jarak aman dan disiplin. (Kin).

Komentar

comments