Menghujat dan Fitnah Dimusholla, Suami Istri Dipidanakan

Misnadi SH.MHFaktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Misnadi SH.MH salah satu dari tiga kuasa hukum Hayatul Makin tidak begitu tertarik menanggapi kemenangan gugatan kliennya yang diputuskan PTUN Surabaya tanggal 8 Maret 2017 kemarin atas surat keputusan Lurah Singonegaran No. 005/174/429.610/2016.

Misnadi yang juga Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Banyuwangi itu, konsentrasi menangani tindak pidana dilakukan oleh suami istri As, Id dan Am kepada kliennya yang kini dalam proses hukum di Polres Banyuwangi.

Sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan sementara As, Id sudah mengakui perbuatannya.

“ada fitnah, penghinaan, hujatan, dorongan fhisik kepada klien saya saat dalam pengajian dan setelahnya, ini soal martabat orang,” kata Misnadi,(15/3).

Dalam kasus pidana ini, sempat dibeberkan oleh salah satu saksi dalam perkara no.169/G/2016/PTUN Surabaya, Alpian. sebagai saksi yang didatangkan pihak tergugat Lurah Singonegaran.

Dalam perkara yang akhirnya diputuskan mengabulkan gugatan ketua RW yang berprofesi wartawan itu, Anggota TNI yang tinggal dilingkungan RW setempat tersebut memberikan keterangan perilaku As PNS staf di Dinas PU Bina marga, Cipta karya dan Tata Ruang Banyuwangi, dan Id (Istrinya) menghujat dan memfitnah serta menuding-nuding Hayatul Makin didepan anggota pengajian di mushola serta berlanjut intimidasi dengan mengerahkan sejumlah orang.

“saat kejadian itu pak Makin memberikan laporan kegiatan Agustusan, kemudian berlanjut beberapa orang bergerombol dan mendatangi Kelurahan yang dekat rumah pak makin, saya ikut supaya tidak terjadi anarkhis,”ungkapnya dalam sidang.

Sayangnya dalam kasus pidana ini, seperti dikutip pemberitaan sejumlah media cetak dan online terkait ada upaya oknum tertentu berupaya mengagalkan proses hukumnya. (fan).

Komentar

comments

Tagged with