Menengok Tradisi Mandi Darah Dalam Pesta Khitanan

Ritual Mandi Darah

Ritual Mandi Darah

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Sebagai daerah yang bertajuk Sunrise of Java, Banyuwangi memang banyak menyimpan suatu nilai historis kultur budaya di berbagai daerah yang berada di kabupaten banyuwangi jawa timur.

Di desa glagah Banyuwangi terdapat ritual unik “ADUS GETIH” (mandi darah), ritual ini di lakukan sebelum pesta KHITANAN atau yang lebih di kenal di desa glagah yakni tradsi “sunatan”

Sebelum melakukan sunat si anak di upacarai dengan ritual mandi darah ini di pimpin pawang desa glagah yang di dampingi kedua orang tuanya.

Awalnya si anak yang akan di sunat memanggang ayam jantan merah yang nantinya akan di sembelih, darah ayam akan di basuhkan di tubuh anak yang akan di khitan tersebut,

gDalam prosesi mandi darah ini aroma menyan  merebak seakan menggambarkan kesakralan ritual sunatan desa glgah ini .

Sebelum di adakan mandi darah pawang juga melakukan ritual gelar songgo yakni mengarak 9 tumpeng serta dodol rujak dan dawet. pembelinya yang terdiri warga sekitar nanti cukup membayar dengan picis beling (pecahan beling).

Setelah acarah mandi darah usai si anak juga di mandikan di sungai yang mengalir sebagai simbolis pensuciasn diri .

Menurut pemangku adat desa Glagah, man usik, filosofi dari sunatan (khitanan) dengan mandi darah adalah simbolis agar rasa sakit yang di alami anak yang akan dikhitan berpindah di ayam jago berbulu merah itu sebagai mediator.

“kalau adus getih (mandi darah) ini budayanya nabi Ibrahim dan nabi ismail, ya pada waktu itu nabi Ibrahim di kasih cobaan untuk menyembelih anaknya karna ketaatan pada Allah nabi Ibrahim melakukan dan di gantikan kambing berhubung kita warga  sederhana jadi diganti ayam dan pawang nantinya akam memindahkan rasa sakit saat sunat pada ayam,” katanya senen (28/12) kepada sejumlah wartawan. (van/makin).

Komentar

comments