Mendapat Respek Timnas Asian Games Hanya Karena Kalah Penalti Wasit, Luis Milla Tunggu Kepastian PSSI

Mendapat Respek Timnas Asian Games Hanya Karena Kalah Penalti Wasit, Luis Milla Tunggu Kepastian PSSI

Faktanews.co.id.-(Sport)- Gagal capai ekspekstasi PSSI membawa Tim Garuda Muda lolos ke semifinal Asian Games 2018, sekaligus gagal mengulang kesuksesan Timnas Indonesia di Asian Games 1958 dan 1986.

Namun harus diakui kehadiran pelatih Timnas asal Spanyol Luis Milla memunculkan kekagum publik sepak bola Tanah Air. Tim Merah-Putih menyajikan permainan indah, sepak bola cepat pendek merapat yang menghibur.

Seperti diketahui, Timnas Sea Games harus menelan pil pahit gagal lolos ke perempat final sepak bola Asian Games 2018. usai kalah 3-4 (2-2) lewat drama adu penalti menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga babak 16 besar yang dilangsungkan di Stadion Wibawa Mukti, Karawang, Jumat (24/8/2018).

“Ya kalau saya pribadi ingin tetap Luis Milla melatih Timnas Indonesia, karena dia pelatih yang bagus dan pintar meracik strategi,” kata Evan Dimas, gelandang pengatur permainan Timnas Asian Games 2018.

“Metode melatih¬†Coach¬†Luis barang baru buat saya. Permainan saya jauh berkembang di tangan dia,” kata Septian David Maulana, gelandang serang Tim Garuda Muda yang sempat menjadi pemain paling produktif dengan tiga gol di SEA Games 2017.

Pujian senada diucapkan salah satu pelatih senior, Ibnu Grahan mengomentari cara bermain anak-anak muda Timnas di Asian Games. “Kolektivitas tim yang diperagakan para pemain Timnas U-23 sangat baik, terutama ketika menguasai bola dan membangun serangan. Permainan mereka enak ditonton dan terkonsep,” ungkap legenda Persebaya Surabaya itu.

Sementara itu PSSI belum memastikan kelanjutan kontrak Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia

“Soal apakah saya diperpanjang atau tidak, saya belum bisa mengatakan apa pun. Saya sudah satu bulan terakhir bersama anak-anak dan sampai saat ini belum ada yang datang kepada saya untuk menginformasikan apakah saya akan lanjut atau tidak bekerja di sini,” jelas Luis Milla.

“Saya akan melakukan perpisahan dulu dengan pemain-pemain saya dan kembali dulu ke Spanyol,” lanjut mantan pelatih Timnas Spanyol U-21 yang sukses jadi kampiun Eropa tahun 2012 silam.

Jalannya laga Timnas melawan UEA

Indonesia memulai laga dengan cukup meyakinkan. Permainan cepat diperagakan skuat asuhan Luis Milla Aspas. Namun justru UEA memimpin lewat tendangan penalti Zayed Alameri pada menit ke-20.

Gol bermula dari pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Indonesia, Andy Setyo Nugroho terhadap Zayed Alameri pada menit ke-18 di kotak penalti. Wasit Evan Shaun Roberts dari Australia menunjuk titik putih. Kiper Andritany Ardhyasa tak mampu menahan sepakan Zayed dengan salah melompat.

Tertinggal satu gol, membuat permainan Indonesia menjadi menurun. Upaya menyamakan kedudukan memang dilakukan. Tapi tak ada satu pun yang berhasil berbuah gol. Sebaliknya, para penggawa UEA tampak mendominasi permainan. Beberapa kali gawang Garuda hampir jebol. Salah satunya terjadi pada menit ke-23.

Serangan dari sektor kanan UEA, kembali membuat Andy Setyo ceroboh mempertahankan area pertahananya di sektor kiri. Ada gelandang Shaheen Aldarmiki yang lolos membawa bola di kotak 16. Ia melepaskan umpan ke sektor kiri serangan yang ditunggu striker Zayed di dekat gawang. Untung sepakan keras dari pemain tamu bernomor punggung 27 itu melambung keluar lapangan.

Sampai menit ke-30, Indonesia tetap tertinggal. Pada menit ke-29 dan 33, gelandang serang Stefano Lilipaly mendapatkan peluang membalas skor. Tetapi dua peluang itu mentah di tangan kiper Mohamed Alshamsi.

Gawang Indonesia kembali terancam pada menit ke-42 saat Andritany keluar dari sarangnya demi merebut bola dari penyerang UEA Ali Alyahyee yang lolos dari jebakan offside. Beruntung aksi kiper Persija Jakarta di luar kotak 16 tersebut tak berujung gol. Namun aksi benturan badan kedua pemain tersebut, memberikan sepakan bebas kepada UEA.

Pada menit ke-44, Irfan Jaya bekerja keras menyamakan kedudukan saat ia lepas dari sisi kiri pertahanan UEA. Sayang, operan gelandang Persebaya Surabaya itu mengenai kaki bek UEA sehingga bergulir lemah dan bisa ditahan kiper tim tamu. Sampai peluit tanda istirahat berbunyi, Indonesia tertinggal 0-1 dari UEA.

Memasuki babak kedua, Luis Milla menarik Adny Setyo dan memasukkan Septian David. Pergantian ini terbukti manjur. Umpan silang Septian dimaksimalkan Beto untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-52.

Tapi skor ini hanya bertahan lama. Hansamu didakwa wasit Shaun Evans menjatuhkan Shaheen di kotak 16. Zayed yang kembali menjadi algojo mengecoh Andritany lewat golnya pada menit ke-65.

Luis Milla merespons gol ini dengan memasukkan Saddil Ramdani pada menit ke-69 menggantikan Irfan Jaya. Indonesia terus menggempur UEA dari kedua sayap.

Melihat gol tak kunjung datang, Luis Milla memasukkan Ilham Udin Armayn menggantikan Febri Hariyadi pada menit ke-87. Kehadiran Ilham membuat Saddil berpindah posisi ke kiri menggantikan daerah yang sebelumnya ditempati Febri.

Indonesia terus menggempur, sementara UEA memilih membuang waktu. Kesabaran Indonesia akhirnya terbayar pada menit keempat injury time.

Saddil mengirimkan operan akurat ke depan kotak penalti yang diteruskan oleh Lilipaly dengan kaki kanannya untuk mencetak gol. Stadion Wibawa Mukti pun dibuat bergemuruh oleh gol Lilipaly. Tiga menit tersisa coba dimanfaatkan Indonesia untuk mencetak gol kemenangan, namun gagal sehingga laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Lilipaly yang menjadi eksekutor penalti pertama Indonesia berhasil mengecoh Mohamed Alshamsi. Ahmad Alhashmi menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun tendangan eksekutor kedua Septian David melambung. UEA pun unggul lewat eksekusi Zayed.

Beto sempat menyamakan skor 2-2 lewat tendangan kiri ke pojok atas gawang. Khaled Aldhanhani membawa UEA memimpin 3-2. Indonesia dalam kondisi genting saat eksekutor keempat Indonesia Saddil Ramdani gagal.

Asa Merah-Putih terjaga saat tendangan penalti keempat UEA yang diambil Abdalla Ghanim Alalawi mengenai mistar. Hargianto yang menjadi penendang kelima menyamakan kedudukan menjadi 3-3. UEA memastikan kemenangan lewat eksekusi tendandan penalti Abdullah Husain. (hak/re)

Komentar

comments

Tagged with