Melongok Bisnis Kain Seragam dan Buku Di SMP Bangorejo

Melongok Bisnis Kain Seragam dan Buku Di SMP Bangorejo

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Warning dan harapan Menteri Pendidikan Prof. Muhajir Efendy ke Banyuwangi, Jawa Timur beberapa waktu lalu agar lembaga pendidikan atau sekolah tidak dijadikan sebagai sarana bisnis rupanya tak digubris.

Pasalnya sekolah atas nama komite atau koperasi dengan alasan tidak memaksa tetap menjalankan bisnis di sekolah dengan alasan tidak memaksa.

Hal ini terjadi di SMP 1 Bangorejo Banyuwangi, oknum staf pendidik dan kepala sekolah justru lebih asyik berdagang kain seragam.

Informasi yang dikumpulkan faktanews.co.id dagangan kain seragam disekolah itu di alibikan tidak memaksa.

Bahkan untuk tameng yang digunakan berdasarvhasil rapat komite dan peguyuban wali murid.

Nilai penjualan seragan juga dipatok dengan harga sebesar Rp. 950.000

Tentu saja ini mengejutkan orang tua wali murid yang menyekolahkan anaknya di SMP 1 Bangorejo.

Tidak itu saja, bisnis tdi SMPN 1 Bangorejo juga terkait jualan buku pelajaran sebesar 160 ribu rupiah.

Bahkan sekolah juga mewajibkan setiap siswa membawa tanaman bunga untuk ditanam dihalaman sekolah dan harus ditaruh dikantong plastik yang dibeli disekolah senilai 3 ribu rupiah untuk 2 buah kantong plastik.

“Ini masih belum lagi pungutan sumbangan Agustusan sebesar 30ribu”,kata Se salah satu wali murid di SMP setempat (28/8).

Sayang hingga kini belum ada tindakan cepat Kadispendik Banyuwangi Drs Sulihtyono MM. di hubungi vua watshap pribadinya juga belum ada jawaban. (Vi/kin).

Komentar

comments

Tagged with