Masih Dinilai Ada Perbedaan Luas dan Persil, Eksekusi Tetap Dilaksanakan Setelah 4 Kali Ditunda

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Sempat tertunda empat kali karena adanya perlawanan menyusul klaim dugaan perbedaan putusan PN, PT dan Mahkamah Agung (MA) luas dan letak tanah didalam proses hukum, akhirnya eksekusi lahan dan bangunan rumah di lingkungan Concrong, Desa Rogojampi, dilaksanakan,Kamis (20/2/2020).

Seperti pada umumnya lahan eksekusi berpenghuni, Eksekusi tersebut diiringi  tangisan dan derai air mata para penghuni saat Alat besar Buldoser  meluluh ratakan bangunan megah.

Dalam eksekusi dengan sejumlah rumah nampak dikawal aparat kepolisian dari Polsek setempat dan Polresta Banyuwangi.


“Sunardi Tim Eksekutor PN  Banyuwangi Saat Pembacaan Putusan Eksekusi”

Wahyu Mustarianto, SH, MH, Kuasa hukum pengaju eksekusi (sebelumnya penggugat), mengatakan, sebelum eksekusi, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan membuka kemungkinan dari pihak – pihak yang menempati atau tergugat mau berdamai.

Mereka tereksekusi mau membongkar dan mengeluarkan barang – barangnya sendiri.

Disisi lain, sebagian tidak ada respon terhadap perdamaian yang kita tawarkan, terpaksa pihak kami melakukan eksekusi pengosongan.

Dalam eksekusi sejumlah rumah akhirnya dibongkar paksa.

“Alhamdulilah dari beberapa orang yang menempati, ada dua orang yang berdamai, seperti pak Agus Sudirman dan Bu Lindawati notaris,” Terangnya.

Informasi yang diterima faktanews.co.id. sengketa lahan yang sebagian sudah berdiri rumah ini sudah berjalan sejak tahun 2003 dan sudah di Putus Mahkamah Agung untuk kasasi  tahun 2013.

Penasehat hukum tergugat kini tereksekusi Totok Sukamto S.H, disatu kesempatan mengatakan, sengketa ini makin meruncing ketika dinilainya ada perbedaan antara luas yang digugat dengan putusan pengadilan,

“Mulai putusan Pengadilan Negeri tidak sesuai, yang digugat oleh penggugat 3.450 meter” yang diputus  dalam putusan Pengadilan Negeri itu 6200 meter,”keluh totok.

Lebih jauh menutut Totok ada kekeliruan letak.

“Yang digugat persil nomor 98 yang didalam putusan pengadilan persil 97, jadi antara amar putusan dan gugatan tidak sesuai,

Sementara itu, dari Pengadilan Tinggi (PT) tetap luasnya 3450 meter kelas D 4 ternyata putusan dari PT itu S 2. Jadi antara putusan PN, PT dan Mahkamah Agung (MA) pun juga berbeda-beda.

Belakangan, Obyek yang disengketakan bahkan sudah ada sertifikat SHM nomor SHM 231 dan 232.(*kin).

Komentar

comments

Tagged with