Masa Tenang Sedekah Uang 50 Ribu Rupiah, Caleg Demokrat Terancam Diskualifikasi

Masa Tenang Sedekah Uang 50 Ribu Rupiah, Caleg Demokrat Terancam Diskualifikasi

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Laporan emak-emak didampingi oleh Aliansi Rakyat Miskin, tampaknya akan berujung tindakan Bawaslu Banyuwangi.

Enam dari Amplop berisi uang dari caleg RA, empat amplop yang diterima ibu usia lansia itu diantaranya sudah diserahkan empat wanita penerima untuk melengkapi bukti pelaporan ke Bawaslu Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Banyuwangi.

“Syarat formil dan materialnya terpenuhi. Pelapor akan kita panggil untuk klarifikasi awal,” terang M. Helmi Rosyadi, Ketua Umum Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) menirukan tanggapan Ketua Bawaslu Kab. Banyuwangi, Hamim, Selasa, (17/4/2019).

Tindakan Bawaslu Banyuwangi menyusul Emak-Emak dari Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Kota Banyuwangi, melaporkan Dugaan Politik Uang yang dilakukan oleh salah satu Caleg

Kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 14 dan 15 April 2019 atau hari kedua masa tenang Pemilu 2019.

Sejumlah emak-emak dari Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Kota Banyuwangi, mendatangi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi untuk mengadukan hal itu.

Emak – emak itu datang ke Bawaslu sambil membawa amplop berisi uang Rp 50 ribu.

“Orang yang memberi amplop masih tetangga diperintah Ibu berinisial ‘K’ yang putranya menjadi caleg Partai Demokrat,” ungkap Helmi.

Menurutnya, caleg dari salah satu partai Partai Demokrat itu untuk DPRD Banyuwangi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi 1 itu tak pernah memberi sedekah uang kepada empat emak – emak tersebut sehingga hal itu mengundang kecurigaan sebagai politik uang (money politic).

“Kenapa sedekahnya baru sekarang, ketika anaknya menjadi Caleg,Kenapa tidak dari dulu.Informasi yang kami dapat warga yang diberi amplop hampir satu lingkungan,” ujar Helmi.

Sementara itu menurutnya, Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi, Anang Lukman Afandi mengatakan, laporan dugaan money politik sudah masuk dalam kajian.

Jika nanti dalam penyelidikan terbukti melanggar hukum dan memiliki kekuatan hukum tetap maka caleg yang dilaporkan menurutnya dapat kena sanksi diskualifikasi.

“Tadi pagi, kami Gakkumdu Banyuwangi telah melakukan pembahasan pertama. Kami memutuskan untuk melakukan proses penyelidikan lebih lanjut dengan memanggil pihak pelapor dan terlapor,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Bawaslu Banyuwangi, Selasa (16/4).(ver/kin).

Komentar

comments