Mahasiswa Bawa 2000 Pil Trex, Rektor Untag Harus Tegas

Mahasiswa UNTAG 2000 Piltrex

SR Mahasiswa UNTAG Pembawa 2000 Piltrex

Faktanews.co.id.(Banayuwangi)- Hingga saat ini public menyesalkan adanya mahasiswa dari PTS di Banyuwangi yang kedapatan membawa  dua ribu lebih pil yang dilarang atau pil masuk  daftar G jenis Trihexyphenidil di saku bajunya.

RS, seorang mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. digelandang aparat kepolisian saat saat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kabat.

Pasalnya saat ditanya petugas soal kecelakaan Rs bicara ngelantur tak terarah, sehingga parat mencurigai terjadi sesuatu hal pada mahasiswa asal Lingkungan Mojoroto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi tersebut.

Polisi akhirnya menemukan kejanggalan ketika disaku baju SR terdapat 2.028 butir pil Trihexyphenidil. saat itu petugas langsung membawa dipolsek terdekat.

Menurut Kapolsek Rogojampi, Kompol Toha Khoiri, Perilaku Mahasiswa SR membawa atau dari jumlahnya terindikasi sebagai pengedar obat – obatan terlarang terungkap saat SR diamankan petugas di pos Satlantas Rogojampi.

“Saat ditanya dia ngelantur, digeledah ditemukan 2.000 pil trek dalam dua bungkus plastik dalam saku pakaian.

Kecelakaan yang dialami SR juga karena dia sedang mabuk konsumsi pil. “Anggota juga menemukan beberapa bungkus pil trex siap edar. Dugaan kita kecelakaan tunggal itu terjadi lantaran pelaku mengendarai kendaraan dalam kondisi fly,” ucap Kompol Toha, kemarin.

Untuk pengembangan penyidikan SR sudah diserahkan di polres Banyuwangi harus menjalani pemeriksaan petugas Kepolisian pada Satnarkoba Polres Banyuwangi.

Sementara itu, Mahasiswa tujuh belas agustus 1945, MH prihatin dengan kejadian tertangkapnya salah satu mahasiswa, menurutnya rektor Untag, Banyuwangi atas nama lembaga harus mengambil sikap tegas, guna membersihkan lembaga yang mestinya tempat orang bermoral dan bagian masa depan Bangsa.

“pak rektor harus memecatnya. ini untuk kepentingan jangka panjang nama Universitas (Untag Banyuwangi), dan sok terapy bagi yang lain,” katanya.(4/10). (makin).

Komentar

comments