Lokalisasi Sudah Ditutup, 2 Wanita Tua Jadi Tsk Mucikari.

Misnadi SH: Apakah saat penangkapan sedang terjadi atau belum terjadi perbuatan cabul.

misnadi SHFaktaNews.co.id.(Banyuwangi)- Empat pengacara di Komandani pengacara senior yang juga ketua PERADI Banyuwangi Misnadi SH. Mendampingi dua wanita paruh baya yang di sangka menjalankan bisnis protitusi terhadap 6 WTS. di bekas tempat  lokalisasi WTS didesa Sumber Agung, Kecamatan Srono Banyuwangi.

Hingga kini (17/3) Wakini 61 Th. dan Jamiyah 42 th. Masih menjalani pemeriksaan penyidik Polres Banyuwangi. Kedua tersangka yang menjadi tahanan polres Banyuwangi sejak ditangkap 8 maret lalu tsb. menghadapi proses hukum di duga melanggar pasal 296 KUHP subsider 506 KUHP.tentang mengadakan atau memudahkan adanya perbuatan cabul atau mencari keuntungan terhadap perbuatan cabul (sebagai mucikari).

Lokalisasi WTS. Tersebut sejatinya telah ditutup Pemkab.Banyuwangi beberapa waktu lalu, seperti lazimnya tempat prostitusi lainnya, perubahan kondisi sosial tidak bisa langsung berjalan, tertutama bagi mereka yang sempat lama menggantungkan hidupnya dari tempat lokalisasi tsb. Harus dilakukan melalui pendekatan tahap demi tahapan sosial dan moral keagamaan.

Informasi dilapangan menyatakan, sebelum ditangkap terdapat keganjilan adanya uaaya jebakan dari pihak tertentu. “Ada seorang pria di posisikan seakan mau main (melacur), kemudian ada penangkapan,saat ditangkap apa sudah terjadi perbuatan cabul atau tidak kita tidak tahu,”kata sumber faktanews.

Misnadi SH. Mengatakan dua kliennya masih menjalani pemeriksaan polisi, tempatnya tidak di Polres Banyuwangi namun di Polsek Kota Banyuwangi, pasal pelanggaran bukan pelanggaran pasal trafiking ( penjualan manusia ) namun pasal 296 KUHP subsider 506 KUHP.” Kita selaku kuasa mendampingi dua tersangka ibu wakini dan Jam’iyah, sangat penting untuk pasal yang disangkakan, apakah saat kejadian penangkapan sedang terjadi atau belum terjadi perbuatan cabul,” katanya,”jelasnya 17/3 dikantornya. (Makin)

 

Komentar

comments

Tagged with