Local Lockdown, Kota Tegal Ditutup Dalam 4 Bulan Mendatang

Faktanews.co.id.- Pemerintah kota Tegal hanya membuka jalur provinsi dan nasional menyusul Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono  akhirnya memutuskan untuk melakukan Lockdown Kota Tegal, Jawa Tengah.

 

Ini merupakan kebijakan pertama kepala daerah yang melakukan lockdown untuk pencegahan mewabahnya Virus corona.

Local lockdown kota Tegal tersebut akan dilakukan selama empat bulan mulai 30 Maret sampi 31 Juli 2020 mendatang  dan pihaknya hanya membuka jalur provinsi dan nasional.

Ini dilakukan Dedy Yon terkait antisipasi menyebarnya wabah virus corona diwilayah kota Tegal Jawa Tengah.

Dalam Monitoring data covid-19. Jateng Kamis (26/3/2020) pukul 07.00. wib. menunjukkan angka warga kota Tegal ODP 19 orang, PDP 14 dan 1 orang positip corona.

Sementara di Kabupaten Tegal terdapat ODP 104. PDP 7 dan 1 orang meninggal.

“Seluruh perbatasan akan kita tutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk. perbatasan akan kita tutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk,”tegas Dedy Yon.

Dalam pernyataannya Dedy Yon mengaku pilihan melakukan lockdown Kota Tegal merupakan dilema yang seorang pemimpin dengan mengutamakan keselamatan nyawa dan kesehatan.

Dedy Yon mengakui misalnya karena keputusannya itu dirinya harus dibenci namun ini dia merasa harus lakukan kebijakan untuk mencegah penyebaran corona masuk ke Kota Tegal.

“Ini adalah pilihan yang pahit dan saya juga dilema. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka (rakyat),” kata Dedy Yon Supriyono, saat melakukan jumpa pers di Pendapa Balai Kota Tegal, Kamis (26/3/2020).

Sebelumnya diketahui, seorang pasien laki-lak asal Tegal dinyatakan positif virus corona.

Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal mulai menjadi PDP RSUD Kardinah pada 16 Maret lalu. Pasien mengeluh demam, batuk, pilek, sesak napas, dan diare.

Pada jumpa pers yang diunggah YouTube Odhay Official tersebut, Dedy Yon menjelaskan satu orang PDP itu adalah Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Warga berusia 34 tahun itu, baru saja pulang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saat di Jakarta, pasien menggunakan kereta api untuk kembali ke Tegal.

Dia mulai menjadi PDP RSUD Kardinah sejak 16 Maret lalu awalnya Pasien itu mengeluh demam, batuk, pilek, sesak napas, dan diare.(yut/hay).

Komentar

comments

Tagged with