Lengkap Bayar Uang Panjar, PN Banyuwangi Belum Lakukan Eksekusi

Lengkap Bayar Uang Panjar, PN Banyuwangi Belum Lakukan Eksekusi

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-Penetapan eksekusi atas tanah dan bangunan yang berada di desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi tidak jelas kapan dilaksanakan Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Molor dan tidak jelas kapan waktu eksekusi tanah dan rumah milik Kholisul Fuad yang berada di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat tersebut, memunculkan spekulasi Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi diduga  mengulur-ulur waktu pelaksanaan.

Pasalnya, permohonan penetapan eksekusi dan pelaksanaan eksekusi sudah diajukan sejak tanggal 14 Desember 2018 lalu dengan segala syarat presedurnya termasuk membayar uang panjar sebesar 12 juta untuk biaya eksekusi tersebut.

Menurut Kuasa Hukum Kholisul Fuad, Dudy Sucahyo, SH mengatakan, kliennya sudah membayar uang panjar sebesar 12 juta untuk biaya eksekusi tersebut. Namun, pihak PN Banyuwangi hingga saat ini tidak segera melakukan eksekusi.

“klien saya merupakan pemilik sah tanah dan bangunan tersebut, berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Nomor : 103/Pdt.G/2009/PN.BWI tanggal 8 Maret 2010, Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur Nomor : 425/PDT/2010/PT.Sby tanggal 2 September 2010, Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor : 2072K/Pdt/2011 tanggal 8 Desember 2011,” kata Kuasa Hukum Kholisul Fuad, Dudy Sucahyo, SH.

Hal itu menurutnya berdasar penolakan  permohonan Kasasi yang diajukan Amaniyah dan Nur Imama selaku pihak tergugat. Dan Putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor : 197/Pdt.G/2013/PN.BWI, yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sejak tanggal 2 Mei 2014 sebelumnya.

“Ada apa dengan Pengadilan Negeri Banyuwangi, penetapan eksekusi kok masih tertahan meskipun penggugat sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), dan sudah ada putusan dari Mahkamah Agung RI, yang sudah jelas-jelas menghukum tergugat, ini berarti PN Banyuwangi mengabaikan hasil putusan,”ungkap Dudy.

Humas Pengadilan Negeri Banyuwangi, Heru Setiadi, SH. saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, sebenarnya PN Banyuwangu telah menindaklanjuti permohonan eksekusi itu dengan mengirim surat balasan kepada kuasa hukum.

“Surat balasan yang pertama kita kirim via pos, namun surat kembali karena tidak ada yang menerima, surat kedua di kirim via pos sudah diterima,” ujar Heru,(7/3/2019).

Menindak lanjuti permohonan eksekusi tersebut, pihaknya sudah melakukan dengan tahapan Aanmaning, selanjutnya menurunkan tim survey dilapangan.

“Dalam surat balasan Pengadilan Negeri Banguwangi nomor : W14.U16/279/Hk.02/I/2019 disebutkan, bahwa permohonan eksekusi yang diajukan saudara Kholisul Fuad sudah dicoba tindak lanjuti dengan tahapan aanmaning,”jelas Heru

Ada sedikit presedur terkendala ketika, pihaknya menurunkan tim untuk melakukan pengecekan atau pencocokan obyek yang berakibat pihak PN Banyuwangi menunggu hasil dari BPN terkait persil yang sesuai dengan gugatan yang di ajukan oleh penggugat.

“Dilapangan ditemukan ketidakcocokan obyek sengketa persil, yang diajukan pemohon persil 114, sedangkan obyek sengketa persil 117 hal itu menjadikan tidak bisa melaksanakan eksekusi,”pungkas Heru.(*kin).

Komentar

comments