Legalitas Diragukan, Dikonfirmasi Ketua STIKOM Banyuwangi Sembunyi

Ketua Stikom Banyuwangi, Khoirul Anam

Ketua Stikom Banyuwangi, Khoirul Anam

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)- Kontroversi legalitas perguruan tinggi Swasta yang berdampak kepada kerugian dan legalitas gelar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Banyuwangi.

Sama dengan kampus UNIBA Banyuwangi, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Banyuwangi bernaung dibawah yayasan PGRI Banyuwangi yang hingga kini masih konflik berkepanjangan dualisme antara yayasan PGRI pimpinan Heru Ismadi dengan Yayasan PGRI akte baru Pimpinan Sadi.
Dalam proses hukum sengketa kedua kubu, putusan sidang perdata putusan PN Banyuwangi No. 192/pdt.g/2015/PN. Bwi, tanggal 3 agustus 2015 majelis hakim memutus serta merta memenangkan gugatan yayasan PGRI pimpinan Heru Ismadi.
Dalam konteks hukum dengan putusan serta merta tersebut, mestinya yayasan PGRI pimpinan Heru Ismadi yang berhak menjalankan aktivitas lembaga pendidikan Stikom Banyuwangi.
“Kita lihat dulu, kalau memang putusan hukumya serta merta, berarti putusan itu bisa dijalankan tanpa harus menunggu incrah (putusan hukum yang mempunyai kekuatan hukum tetap),” kata praktisi hukum yang juga ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Cabang Banyuwangi, Misnadi SH.
Namun Seperti diketahui, Di Banyuwangi seakan menjadi hal lumrah berebut ambisi dan kepentingan oknum-oknum yang mengatas-namakan dunia pendidikan.

Aktivitas Stikom Banyuwangi yang kini diketuai Ketua Choirul Anam Skom.Mkom bernaung dibawah Yayasan PGRI pimpinan Sadi.

Begitu pula,  Dirjen DIKTI juga sempat melarang aktivitas lembaga pendidikan yang bernaung dibawah yayasan PGRI yang masih berseteru.

Hubungan hukum Uniba dan Stikom serta hubungan personal Ketua Stikom Banyuwangi dengan salah satu pengurus Yayasan PGRI yang berseteru. Selengkapnya baca majalah fakta edisi Juni 2016 mendatang.

Ketua yayasan PGRI Heru Ismadi yang menang dalam sidang di Pengadilan Negeri Banyuwangi saat dikonfirmasi melalui Telpon, Tidak banyak komentar soal keabsahan Stikom Banyuwangi.

“Saya no coment. Kalau tahu mahasiswa (Mahasiswa yang terlanjur di wisuda di salah satu Hotel Banyuwangi yang terkesan tertutup dan ijazahnya ditanda tangani oleh ketua Stikom), ini akan ramai,” katanya (23/5).

Sementara itu seperti diduga sebelumnya, ketua STIKOM Banyuwangi Choirul Anam Skom.Mkom, beberapa kali dikonfirmasi dikatakan tidak ada ditempat.

Dihubungi melalui seluler, ataupun sms hingga kini juga belum direspon oleh pria muda yang sempat mengakui secara kontroversial bahwa wisata ke bali dirinya dan karyawan Stikom bersama keluarganya dengan menggunakan dana Stikom 100 juta rupiah karena hal itu termasuk dari kesejahteraan karyawan Stikom.

“gak ada, pak anam gak ada,” kata satpam setempat berulang kali.  (di/makin)

Komentar

comments