LBH Buka Posko THR Buruh dan Honorer

ILustrasi

faktanews.co.id.(Surabaya).- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya bekerjasama dengan Relawan Buruh Jatim membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) di Jl Kidal 6 Surabaya.

Menurut Relawan Buruh Jatim, Jamaludin, Posko Pengaduan THR ini sudah berdiri sejak 10 tahun lalu untuk menampung segala bentuk keluhan dan laporan terkait pelanggaran pembayaran THR kepada buruh. “Posko ini cukup efektif. Tahun kemarin sebanyak 60 persen permasalahan terselesaikan. Kami buka mulai hari ini selama jam kerja,” terangnya, Kamis (18/6/2015).

Dirinya menjelaskan, sampai saat ini beberapa modus pelanggaran yang ditemui diantaranya terkait status pekerja kontrak, outsourching dan harian lepas. Modus ini sering dilakukan perusahaan untuk tidak membayar THR. Bahkan, beberapa modus seperti tidak memperpanjang kontrak sebelum Ramadhan banyak ditemui di lapangan. “Bahkan ada yang dicicil dan dipotong karena tidak masuk kerja. Ini juga termasuk pelanggaran,” katanya.

Jamaludin menjelaskan, secara yuridis pemberian THR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 04/MEN/1994 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja di perusahaan.

Meski sudah dijelaskan dalam aturan tersebut, pemberian THR diberikan minimal sebesar satu kali gaji dan diberikan tujuh hari sebelum hari raya, namun masih banyak perusahaan yang melanggar.

Berdasarkan data Posko Pengaduan THR, tahun 2014 sebanyak 8.127 buruh dari 114 pemberi kerja atau perusahaan yang berkasus.

”Semua laporan akan ditindak lanjuti dengan klarifikasi perusahaan, surat somasi, sampai upaya hukum,” katanya.

Sementara itu Koordinator Posko Pengaduan THR, Abdul Wachid Habibullah, lebih spesifik menyoroti pekerja yang berada di lingkungan pemerintahan tapi berstatus pekerja lepas atau outsourching.

Dirinya menjelaskan, sampai saat ini banyak kasus masih terjadi terutama di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Status mereka memang dibayar menggunakan APBD. Tapi karena bukan PNS mereka tetap harus menerima seperti pekerja lainnya,” papar Abdul Wachid.(lic/ed/fn)

Komentar

comments

Tagged with